SABDA, Sabtu, 13-5-2017 “BARANGSIAPA MELIHAT AKU, MELIHAT BAPA”

BACAAN

Kis 13:44-52 – “Paulus dan Barnabas berpaling kepada bangsa-bangsa lain”
Yoh 14:7-14 – “Barangsiapa melihat Aku, melihat Bapa”

 

RENUNGAN

  1. Ay 7: Mengenal Yesus sama dengan mengenal Bapa. Teks Injil hari ini merupakan lanjutan Injil kemarin, di mana Thomas bertanya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; Jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” Yesus menjawab: “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” Yesus menambahkan: “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Yesus selalu bicara tentang Bapa, karena semua yang Ia katakan dan kerjakan berasal dari Bapa.
  2. Ay 8-11: Philipus bertanya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami.” Pertanyaan tersebut bukan hanya pertanyaan para murid, tetapi juga menjadi pertanyaan semua orang dari dahulu sampai sekarang. Mereka bertanya: “Allah itu siapa?” Banyak orang mengenal Allah, namun hanya menurut gagasan dan pikiran mereka sendiri. Yesus memberi jawaban atas pertanyaan tersebut: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Philipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Dari jawaban Yesus ini, Allah tidak jauh dari kita, bahkan bersama kita. Yesus menegaskan: “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku.” Melalui ketaatan-Nya, Yesus menyamakan diri dengan Bapa. Setiap saat Ia melakukan apa yang dikehendaki Bapa (Yoh 5:30; 8:28-29.38). Apa yang dikatakan dan dikerjakan Yesus merupakan pewahyuan tentang Bapa-Nya. Dapat disimpulkan: di dalam Yesus, Allah di tengah-tengah kita.
  3. Ay 12-14: Janji Yesus. Kesatuan Yesus dengan Bapa-Nya, bukan menjadi milik-Nya sendiri, tetapi milik semua orang yang percaya kepada-Nya. Yesus berada di tengah-tengah kita, sekaligus sebagai pengantara bagi kita kepada Bapa. Segala sesuatu yang kita minta kepada-Nya, Ia memintakan-Nya kepada Bapa, dan pasti kita akan mendapatkannya. Yesus selalu membela kita. Walaupun Ia pergi, Ia selalu memberi bantuan kepada kita. Ia berjanji untuk minta kepada Bapa dan Bapa akan mengutus penolong yang lain, yaitu Roh Kudus. Yesus mengatakan bahwa Ia lebih baik pergi, karena kalau tidak, Roh Kudus tidak akan datang (Yoh 16:7).
  4. Melihat dan mengenal Yesus tidak cukup hanya dengan pikiran atau akal budi, tetapi mengalami Yesus dalam hidup kita tiap hari lewat pembacaan dan merenungkan Sabda, doa, dan sakramen. Dari sini, sebenarnya, banyak orang tidak mengenal Allah.
  5. Mereka yang tidak mengenal Allah, antara lain: a) Orang-orang yang mengatasnamakan Allah, namun mengancam, merusak dan membunuh. b) Mereka yang menyatakan bahwa agamanya paling benar dan mengkafirkan orang yang tidak sepaham. c) Mereka yang merasa harus membela Allah. Padahal Allah tidak membutuhkan pembelaan apa pun dari manusia. d) Mereka yang menutup diri, menutup mata dan hati terhadap realitas Allah. Terhadap mereka, panggilan kita adalah bersaksi tentang Kristus secara jujur dan tanpa takut.

 

(MS)