SABDA, Rabu, 10-5-2017, AKU ADALAH TERANG DUNIA

BACAAN

Kis 12:24-13:5a – “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku”
Yoh 12:44-50 – “Aku telah datang ke dunia sebagai terang”

 

RENUNGAN

  1. Hari ini kita sampai pada akhir buku yang disebut “Buku Tanda-tanda” (Bab 1-12) Injil Yohanes. Melalui tanda-tanda ini, Yesus secara jelas menyatakan siapa Dirinya dan apa tugas perutusan-Nya. Dan perikope Injil hari ini merupakan kesimpulan dari semua yang telah dikatakan Yesus pada bab-bab sebelumnya.
  2. Ay 44-45: Percaya kepada Yesus berarti percaya kepada Allah Bapa yang mengutus Dia. Kalimat ini merupakan sebuah ringkasan Injil Yohanes. Dari ringkasan tersebut, Yesus sedemikian bersatu erat dengan Bapa, sehingga Ia tidak pernah berbicara atas namanya sendiri, tetapi selalu berbicara atas nama Allah, karena Ia seorang Utusan. Ia yang melihat Yesus, melihat Bapa. Jika kita ingin mengetahui dan memahami tentang Allah, lihatlah Yesus. Tidak perlu ragu: Allah ada dalam Yesus sepenuhnya.
  3. Ay 46: Yesus adalah Terang yang datang ke dalam dunia. Dengan kalimat tersebut, Yohanes kembali kepada apa yang telah dikatakan pada Prolog: “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia” (Yoh 1:9). “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yoh 1:5). Di sini Yohanes mengulangi: “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan” (ay 46). Yesus merupakan sebuah jawaban atas pertanyaan besar yang menggerakkan dan menginspirasi setiap pencarian umat manusia akan kebenaran dan hidup sejati.
  4. Ay 47-48: “Aku datang bukan untuk menghakimi dunia.” Muncullah pertanyaan: Bagaimana penghakiman akan terjadi? Penghakiman tidak dijalankan dengan ancaman atau dengan kutukan, tetapi melalui suara hati manusia sendiri ketika ia berhadapan dengan Yesus.
  5. Ay 49-50: Bapa memerintahkan Yesus apa yang harus Ia katakan. Kata-kata akhir dari Buku Tanda-tanda ini merupakan sebuah ringkasan dari segala sesuatu yang Yesus katakan dan buat sampai sekarang ini. Yesus menegaskan kembali apa yang telah Ia tegaskan sedari awal: “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan” (ay 49).
  6. Dari kata-kata Yesus tersebut, Yesus benar-benar merupakan refleksi dari Bapa. Karena alasan ini, Ia tidak berargumentasi kepada mereka yang menghasut-Nya agar Ia mengatakan tentang mandat-Nya. Sebenarnya sudah jelas bahwa Bapa yang mengesahkan Dia melalui pekerjaan-pekerjaan yang Ia lakukan. Dari apa yang Ia katakan dan lakukan, Yesus satu-satunya Tanda dari Bapa. Ia datang dari Bapa.
  7. Dengan Injil hari ini, apakah aku semakin percaya dan semakin beriman kepada Yesus atau sebaliknya, justru menjadi ragu-ragu? Bagaimana aku menerangkan tentang Yesus ini kepada orang-orang yang belum mengerti tentang Yesus, kepada para katekumen, dan kepada anak-anak? Atau mengatakan: “tanya kepada pastor saja!?”

 

(MS)