SABDA, Selasa, 9-5-2017, “AKU DAN BAPA ADALAH SATU”

BACAAN

Kis 11:19-26 – “Mereka berbicara kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan”
Yoh 10:22-30 – “Aku dan Bapa adalah satu”

 

RENUNGAN

  1. Ay 22-24: Orang-orang Yahudi bertanya kepada Yesus. Saat itu musim dingin, bulan Oktober, hari Pesta Pentahbisan Bait Allah yang dilakukan oleh Yudas Makabe (2Mkb 4:36.39). Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, serambi Salomo. Orang-orang Yahudi bertanya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
  2. Dengan pertanyaan tersebut, mereka menginginkan Yesus mengatakan tentang diri-Nya, sehingga mereka bisa memeriksa dan menguji, menurut kriteria mereka sendiri, apakah Yesus sungguh Mesias atau bukan. Mereka menginginkan bukti-bukti. Hal ini merupakan sikap seseorang yang merasa bahwa ia mempunyai kekuasaan. Setelah diuji, surat kelayakan diterbitkan. Orang lain tidak punya hak untuk berbicara atau bertindak. Ini arogansi orang-orang Parisi yang membuat mereka buta terhadap Allah.
  3. Ay 25-26. Tanggapan Yesus selalu sama: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.” Memberi bukti kepada mereka, tidak ada gunanya. Bukti tidak akan membawa mereka untuk berubah dan percaya. Problem utama mereka adalah menutup diri terhadap Allah dan terhadap kebenaran. Di mana ada keterbukaan, Yesus dikenal oleh domba-domba-Nya. “Domba yang menjadi milik-Ku mendengar suara-Ku.” Kata-kata ini juga disampaikan-Nya di hadapan Pilatus (Yoh 18:37).
  4. Ay 27-28: Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku. Yesus mengulangi perumpamaan Gembala Baik yang tahu domba-dombanya dan mereka tahu gembalanya. Saling pengertian antara Yesus yang datang dari Bapa dan orang yang membuka diri terhadap kebenaran merupakan sumber kehidupan kekal. Kesatuaan antara Pencipta dan ciptaan melalui Yesus mendatangkan kehidupan kekal: “Mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” Mereka aman dan nyaman, dan karena itu, mereka mengalami damai dan menikmati kemerdekaan penuh.
  5. Ay 29-30: Bapa dan aku adalah satu. Dua ayat ini menunjukkan misteri kesatuan antara Yesus dan Bapa. Ungkapan serupa: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh 14:9). “Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yoh 10:38). Kesatuan antara Yesus dengan Bapa ini tidak terjadi secara otomatis, tetapi merupakan buah ketaatan: “Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya” (Yoh 8:29). “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Bapa” (Yoh 4:34; 5:30). ”Ia taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib” (Phil 2:8). Jadi kesatuan Yesus dengan Bapa-Nya merupakan proses panjang karena ketaatan dan kehadiran-Nya di dunia ini selama 33 tahun. Hal itu dimulai dengan jawaban YA dari Maria (Luk 1:38) dan berakhir dengan: “Sudah selesai” (Yoh 19:30).
  6. Bagaimana ketaatanku terhadap Allah?

 

(MS)