SABDA, Jumat, 28-4-2017, DIPANGGIL UNTUK BERBAGI MAKANAN

BACAAN

Kis 5:34-42 – “Para rasul bergembira karena mereka dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus”
Yoh 6:1-15 – “Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak yang duduk di situ, sebanyak mereka kehendaki”

 

RENUNGAN

  1. Apa yang dibuat Yesus dalam ay 1-4 sama dengan yang dibuat Musa. Pada jamannya Musa, orang-orang Israel menyeberangi laut Merah. Dalam Paskah Baru, Yesus menyeberangi danau Galilea. Sejumlah besar orang mengikuti Musa, sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Musa naik gunung, Yesus, sebagai Musa Baru, juga naik ke gunung. Banyak orang mengikuti Musa yang mendatangkan tanda-tanda besar. Banyak orang mengikuti Yesus karena mereka telah melihat tanda-tanda yang dibuat Yesus dengan menyembuhkan orang-orang sakit.
  2. Melihat orang banyak yang kelaparan, Yesus menantang para murid-Nya untuk bertindak. Musa mendapatkan makanan untuk orang-orangnya yang lapar. Yesus juga akan berbuat yang sama. Philipus tidak mampu menangkap perbuatan Musa dalam Kitab Suci. Ia lebih melihat uang 200 dinar yang tidak mungkin cukup untuk mereka. Philipus sadar akan masalah yang ada di depannya dan menyadari ketidakmampuannya untuk memecahkan masalah tersebut. Ia hanya mengeluh tetapi tidak menyelesaikan masalah.
  3. Andreas mencari solusi. Ia mendapatkan seorang anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan, yang ia yakini sama sekali tidak mencukupi, namun ia punya keberanian untuk memberikan 5 roti dan 2 ikan tersebut kepada Yesus untuk memberi makan 5000 orang. Siapa saja yang percaya kepada Yesus, ia akan rela untuk membagi makanannya bagi mereka yang kelaparan.
  4. Yesus minta agar orang-orang duduk. Kemudian Yesus menggandakan roti: “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.” 100 tahun sesudah Yesus, tindakan tersebut diingatkan kembali oleh Rasul Paulus: bahwa Yesus mengadakan Ekaristi pada Perjamuan Malam terakhir (1Kor 11:23-24). Ekaristi, kalau dirayakan sebagaimana seharusnya, akan membawa dampak untuk berbagi seperti dikehendaki Tuhan. Hal demikian telah dibuat oleh jemaat Kristen awal (Kis 2:41-47).
  5. Sisa makanan ada 12 bakul penuh. Angka 12 menunjuk pada 12 suku Israel. Tentang sisa ikan tidak dikatakan. Fokus perhatian penginjil adalah roti sebagai simbol Ekaristi. Penggandaan roti seharusnya selalu menjadi simbol ketika kita merayakan Ekaristi. Jika di antara orang Kristen punya cara hidup yang berbagi secara benar dan disadari, maka akan ada makanan yang berkelimpahan dan tidak perlu ada orang yang kelaparan.
  6. Setelah mereka kenyang, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.” Benar bahwa Yesus adalah Musa Baru, Sang Mesias, seperti mereka harapkan (Ul 18:15-19). Tetapi pendapat mereka masih tetap diwarnai pandangan pada waktu itu, bahwa Yesus harus menjadi Mesias, Raja pembebas dari pernindasan bangsa Romawi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mengenal Yesus hanya di permukaan saja. Ia menyingkir ke gunung seorang diri, karena menolak Mesias seperti pandangan mereka.
  7. Banyak dari antara kita masih mencari arti kehidupan. Kelaparan yang kita alami bukanlah semata-mata kelaparan phisik, tetapi kelaparan jiwa dan hati. Kita selalu mencari untuk memuaskan kelaparan ini dengan cara manusia. Sebenarnya hanya Yesus yang menjadi jawaban atas kelaparan kita.

 

(MS)