SABDA, Selasa, 25-4-2017, MEMBERITAKAN INJIL KEPADA SEGALA MAKHLUK

BACAAN

1Ptr 5:6b-14 – “Salam dari Markus, anakku”
Mrk 16:15-20 – “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil”

 

RENUNGAN

    1. Ay 15-18: Tugas untuk memberitakan Kabar Baik ke seluruh dunia: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk …” Mereka yang percaya kepada Kabar Baik dan dibaptis, Yesus menjanjikan tanda-tanda berikut: mereka akan mengusir setan, berbicacara dalam bahasa-bahasa baru, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka, dan mereka menyembuhkan orang-orang sakit.
        – mengusir setan, artinya bertempur melawan setan yang menghancurkan   kehidupan. Kehidupan banyak orang menjadi lebih baik karena masuk dalam komunitas orang beriman dan mulai menghidupi Kabar Sukacita Injil
        – berbicara bahasa-bahasa baru, artinya mulai berkomunikasi dengan orang lain dengan cara baru. Orang saling mempercayai, saling menghargai karena kita menggunakan bahasa baru, yaitu bahasa cinta.
        – racun yang mematikan tidak akan mencelakai mereka: banyak hal yang meracuni kehidupan bersama. Banyak gossip yang menghancurkan persahabatan antar pribadi. Orang yang hidup dalam Tuhan tidak perlu memperhatikan hal-hal yang menghancurkan tersebut.
        – menyembuhkan orang sakit, artinya memberi perhatian khusus terhadap mereka yang terpinggirkan, khususnya orang-orang yang sakit. Seseorang menjadi sembuh, karena ia diterima dan dikasihi.
    2. Ay 19-20: Melalui komunitas, Yesus melanjutkan tugas perutusan-Nya. Yesus yang hidup di Palestina, dan menerima orang-orang miskin serta menyampaikan kasih Bapa kepada mereka, kini Ia melanjutkan hidup di tengah-tengah kita. Kita diharapkan melanjutkan tugas perutusan-Nya, yaitu menyampaikan kasih Allah kepada orang-orang miskin. Sebuah komunitas beriman yang ingin menjadi saksi Kebangkitan harus menjadi tanda kehidupan, artinya: harus berjuang melawan kekuatan kematian, dengan cara sedemikian sehingga dunia menjadi tempat yang nyaman untuk ditempati.
    3. Tetapi yang pertama dan utama adalah kita berani hidup menurut cara hidup Yesus. Mengasihi sebagaimana Yesus mengasihi. Kita berani berbagi dengan ikhlas dari apa yang kita miliki, bakat dan kemampuan yang kita punyai seperti Tuhan Yesus telah melakukan.

 

(MS)