SABDA, Minggu, 9-4-2017, MINGGU PALEM, PENGKHIANATAN MENGAKIBATKAN KEMATIAN

BACAAN

Yes 50:4-7 – “Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika dinodai, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu”
Flp 2:6-11 – “Yesus Kristus telah merendahkan diri; maka Allah sangat meninggikan Dia!”
Mat 26:14-27:66 – KISAH SENGSARA TUHAN KITA YESUS KRITSUS

 

RENUNGAN

  1. Dalam Minggu Palma ini, bacaan tentang Sengsara dan Kematian Tuhan kita Yesus Kristus memerlukan sikap dari kita, yaitu hening budi dan hening hati. Kita tidak perlu memikirkannya secara investigatip tetapi kita hanya perlu hening mendengarkan. Selain Yesus yang bersengsara dan mati, sekarang ini ada jutaan orang yang disiksa, dihina dan dibunuh yang perlu menjadi perhatian kita.
  2. Yudas pergi kepada para imam agung mengadakan janji untuk mengunjukkan/menyerahkan Yesus kepada mereka. Yudas Iskariot menjual Guru-Nya dengan tiga puluh uang perak. Yudas tidak sendirian. Apa yang ia buat, juga dibuat oleh sangat banyak orang. Mereka mengkhianati Yesus. Mungkin kita juga mengkhianati Yesus lebih dari satu kali.
  3. Pada hari pertama Pesta Roti Tanpa Ragi, para murid Yesus bertanya kepada-Nya di mana Ia akan merayakan Paskah. Yesus mengatakan kepada mereka agar menghubungi seseorang yang akan menyediakan segala keperluan untuk makan Paskah. Selama makan, Yesus menyampaikan berita yang sangat mengejutkan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku” (ay 21). Tak seorang pun dari antara mereka yang menunjuk-nunjuk orang lain: “Bukan aku ya Tuhan?” (ay 22). Masing-masing menyadari bahwa ia berpotensi menjadi pengkhianat. Dan kenyataannya, di tengah-tengah krisis, mereka lari meninggalkan Yesus.
  4. Yang berkhianat adalah satu dari antara Duabelas murid. “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku” (ay 23). Betapa celaka dan menyedihkan orang yang telah melakukan hal ini, dan ia adalah orang yang terpilih. Yudas meyakinkan Yesus seolah-olah tidak bersalah: “Bukan aku, ya Rabi?” (ay 25). Yesus berkata kepadanya: “Engkau telah mengatakannya” (ay 25).
  5. Sama seperti Yudas Iskariot, kita sering mengkhianati Yesus. Kita mengkhianati Yesus karena ambisi kita untuk suatu kedudukan atau jabatan, karena keserakahan, karena kemarahan, karena balas dendam atau bahkan karena kekerasan yang kita buat dalam rumah tangga kita.
  6. Maka pilihannya adalah: apakah kita ingin tetap seperti Yudas Iskariot, yang akhirnya putus asa dan bunuh diri atau seperti Petrus yang kembali kepada Yesus dengan air mata penyesalan?

 

(MS)