SABDA, Jumat, 7-4-2017, BAPA DALAM AKU DAN AKU DALAM BAPA

BACAAN

Yer 20:10-13 – “Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah”
Yoh 10:31-42 – “Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka”

RENUNGAN

  1. Minggu suci makin mendekat. Sejak Minggu IV Prapaskah, bacaan Injil diambil dari Yohanes. Bacaan selalu menekankan ketegangan antara Yesus dengan orang-orang Yahudi, khususnya para pejabat keagamaan dan para ahli Kitab yang selalu menolak terhadap pengajaran-Nya. Tragisnya, mereka ini orang-orang yang mengaku setia kepada Allah.
  2. Konflik antara Yesus dengan pejabat keagamaan, sebenarnya mencerminkan keadaan sekarang ini. Dengan mengatasnamakan Allah, sekelompok orang membunuh banyak orang, melakukan aksi teror, merusak gereja-gereja. Agama satu mengutuk agama lain, saling mengkafirkan.
  3. Orang-orang Yahudi menyiapkan batu untuk membunuh Yesus. Yesus berkata kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” Mereka hendak melempari batu bukan karena pekerjaan-pekerjaan baik yang Ia buat, melainkan karena penistaan terhadap Allah, karena Yesus menyamakan diri dengan Allah: “Bapa dalam Aku, dan Aku dalam Bapa.” Menurut hukum, orang ini harus dilempari batu.
  4. Ketika Yesus hendak diserang oleh para pemimpin orang-orang Yahudi, banyak orang biasa yang mencari Yesus. Ia menyeberang ke sungai Yordan, ke tempat yang lebih aman, tempat di mana Yohanes membaptis dan memberi kesaksian yang sedemikian kuat tentang Yesus. Di sana Yesus membantu orang-orang untuk sadar bagaimana Allah telah bertindak di dalam sejarah. Banyak orang percaya kepada-Nya.
  5. Sekarang ini banyak orang menolak Yesus dan ajaran-Nya. Terhadap mereka, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali berdoa agar mereka membuka pikiran dan hati mereka untuk, akhirnya, percaya pada banyak tanda yang mana Tuhan menyatakan kasih-Nya kepada kita.
  6. Menjelang Minggu Suci ini masihkah hati kita keras seperti para pejabat keagamaan Yahudi? Masihkah kita mengkafirkan orang-orang yang tidak sepaham dengan kita?

 

(MS)