SABDA, Selasa, 4 April 2017, AKU ADALAH DIA

BACAAN

Bil 21:4-9 – “Setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandang ular tembaga itu, ia akan tetap hidup”
Yoh 8:21-30 – “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia”

 

RENUNGAN

  1. Yesus berbicara tentang kepergianNya dan kemana Ia pergi, orang-orang Parisi tidak dapat mengikuti Dia. Mereka akan mencari Yesus, tetapi tidak akan menemukanNya, karena mereka tidak tahu siapa Dia dan mereka mencari Yesus tetapi menurut pandangan mereka yang salah.
  2. Mengapa mereka tidak bisa menemukan Yesus? Karena mereka hidup dalam dosa, maka juga akan mati dalam dosa. Mereka membayangkan Tuhan menurut cara mereka, padahal Tuhan tidak seperti yang mereka bayangkan. Maka mereka tidak mampu menemukan Allah dalam diri Yesus.
  3. Orang-orang Parisi mempertimbangkan segala sesuatu menurut kriteria dunia ini. “Kamu dari dunia ini, Aku tidak dari dunia ini.” Kerangka pikir yang dipakai Yesus selalu berasal dari atas, yaitu dari BapaNya. Sedangkan orang-orang Parisi, kerangka pikirnya, dari bawah dan mengikuti pendapat mereka sendiri. Inilah mengapa mereka hidup dalam dosa, sehingga mereka tidak mampu melihat Yesus, yang di dalam Dia seluruh kepenuhan Allah berkenan diam (Kol 1:19).
  4. Kita berkata: “Yesus adalah Tuhan.” Yohanes mengundang kita untuk mengatakan: “Tuhan adalah Yesus.” Yesus mengatakan: “Jika engkau tidak percaya bahwa AKU ADALAH DIA, engkau akan mati dalam dosa-dosamu.” Yesus merupakan bukti nyata, bahwa Tuhan beserta kita.
  5. Misteri Allah dalam diri Yesus tidak sesuai dengan kriteria orang-orang Parisi. Maka, sekali lagi, mereka bertanya: “Siapakah Engkau?” Mereka tidak pernah akan mampu memahami Yesus, jika mereka selalu menutup diri terhadap kenyataan Allah dan terus berpegang pada kriterianya sendiri. Dan apa yang dikatakan Yesus berdasarkan pengalaman dan kesatuanNya dengan Bapa. Yesus tidak pernah menonjolkan diri. Ia hanya mengatakan dan mengungkapkan apa yang Ia dengar dari BapaNya.
  6. Orang-orang Parisi tidak mengerti bahwa apa yang dikatakan dan dibuat Yesus merupakan ungkapan Bapa. Mereka akan mengerti hanya sesudah Anak Manusia ditinggikan: “Kemudian kamu akan tahu bahwa AKU ADALAH DIA.”
  7. Kata “ditinggikan” memiliki dua arti: ditinggikan di kayu salib dan ditinggikan di sebelah kanan Bapa. Yesus datang ke dunia, pertama-tama tidak untuk mati, tetapi untuk menyelamatkan manusia. Jika penyelamatan hanya dapat dicapai melalui kematian di salib, maka terjadilah. Bagi Yesus, itulah satu-satunya jalan. Ia juga sadar bahwa karena imanNya, kepercayaan dan keyakinanNya kepada Bapa, penyalibanNya juga akan menjadi kebangkitan dan kemuliaanNya. Siapa Yesus bagiku?
  8. Seseorang yang hanya menggunakan ukurannya sendiri, seperti orang Parisi, dan berpikir bahwa ia tahu segala sesuatu, maka orang tersebut tidak pernah akan mampu memahami orang lain. Bagaimana aku bersikap terhadap orang lain?

 

(MS)