SABDA, Minggu, 2-4-2017, AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP

BACAAN

Yeh 37:12-14 – “Aku akan memberikan RohKu kepadamu, sehingga kamu hidup”
Rom 8:8-11 – “Roh Allah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati diam di dalam dirimu”
Yoh 11:1-45 – “Akulah kebangkitan dan hidup”

 

RENUNGAN

  1. Mendekati Minggu Suci, kita melihat Yesus semakin dekat pada puncak kehidupan dan perutusanNya. Semakin mendekati Yerusalem, ancaman dari para musuhnya semakin memuncak. Mereka menyatukan kekuatan untuk melenyapkan Dia. Para murid sadar akan situasi ini. Mereka sangat takut, ketika Yesus mengatakan: “Mari kita kembali ke Yudea.” Mereka mengingatkan Yesus bahwa orang-orang Yahudi siap melempari Dia dengan batu: “Masih maukah Engkau kembali ke sana?” Tetapi mereka harus tahu bahwa, bagi Yesus, ketakutan dan bahaya tidak boleh menjadi penghalang untuk hidup dan tugas perutusanNya.
  2. Menanggapi ketakutan mereka, Yesus berkata: “Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.” Maksudnya: siang hari adalah waktu untuk melakukan berbagai hal, menyelesaikan tugas-tugas, dan melaksanakan perutusan. Apa pun resikonya, itu semua harus dikerjakan dan dikerjakan sekarang. Jangan pernah ditunda.
  3. Yesus memberi alasan mengapa Ia harus ke Yudea (Yudea dekat Yerusalem): “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Reaksi para murid: “Tuhan, jika ia tertidur, ia akan sembuh.” Yesus berterus terang: “Lazarus sudah mati.” Bagi orang yang percaya, kematian adalah suasana orang yang tidur dan dia akan bangun dengan kehidupan baru dan kekal. Yesus gembira, karena hal tersebut akan membuat para muridNya lebih mengerti Yesus secara lebih baik, dan meningkatkan iman mereka terhadapNya.
  4. Yesus mendekati rumah Lazarus dan kedua saudaranya, Marta dan Maria. Maria berada di rumah, sedangkan Marta menyambut Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Yesus yang dikenal sebagai orang yang menyembuhkan, meyakinkan Marta: “Saudaramu akan bangkit.” Marta tahu bahwa Lazarus akan bangkit pada akhir zaman. Yesus melanjutkan: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati ……. Percayakah engkau akan hal ini?” Tanggapan Marta sangat mengagumkan: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Pengakuan iman yang pernah diungkapkan Petrus, kini diungkapkan oleh seorang perempuan.
  5. Sabda Yesus “Akulah kebangkitan dan hidup; …” mengatakan 2 hal: a) Ketika kematian phisik dialami oleh semua orang, termasuk orang-orang Kristen, iman kepada Yesus membawa janji berupa sebuah kehidupan yang tak pernah akan berakhir. b) Seseorang yang secara total disatukan dengan Kristus, sudah harus mengalami kehidupan kekal tersebut mulai sekarang di dunia ini.
  6. Kalau Yesus membangkitkan Lazarus, bukan karena Ia sebagai penyembuh, tetapi karena Ia semata-mata melaksanakan pekerjaan BapaNya, Sang Pencipta, Sumber dan Pemberi Kehidupan. Tindakan Yesus ini membawa orang kepada Bapa yang telah mengutus Dia. Hidup kita memiliki arti kalau kita berada dalam kesatuan dengan Bapa.
  7. Bagaimana kesatuanku dengan Allah dalam kehidupan tiap hari?

 

(MS)