SABDA, Sabtu, 1-4-2017, BETAPA KERASNYA HATI KITA

BACAAN

Yer 11:18-20 – “Aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih”
Yoh 7:40-53 – “Apakah engkau juga orang Galilea? … tidak ada nabi yan datang dari Galilea”

 

RENUNGAN

  1. Dalam bab 7, Yohanes menegaskan bahwa ada banyak pandangan yang berbeda tentang Yesus. “Saudara-saudaraNya sendiri pun tidak percaya kepadaNya” (Yoh 7:5). Orang-orang mengatakan: “Ia orang baik,” lainnya mengatakan: “Tidak, Ia menyesatkan rakyat” (Yoh 7:12). Ada yang mengritik Yesus: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!” (Yoh 7:15). Tetapi tidak seorang pun yang ingat tentang Mesias Hamba yang diberitakan oleh nabi Yesaya (Yes 42:1-9; 49:1-6; 50:4-9; 52:13-53:12; 61:1-2). Pandangan yang berbeda, dengan argumentasi masing-masing, terjadi sampai sekarang.
  2. Tanggapan orang terhadap Yesus berbeda-beda. Beberapa orang mengatakan: “Ia adalah seorang nabi.” Yang lain mengatakan: “Ia adalah Mesias.” Yang lain menyatakan: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!” Perbedaan ini menimbulkan pertentangan di antara mereka. Ada dari antara mereka yang hendak menangkap Dia, tetapi mereka tidak melakukannya. Mungkin mereka takut terhadap banyak orang (Mat 14:2).
  3. Orang-orang Parisi menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkap Yesus (Yoh 7:32). Tetapi penjaga-penjaga itu kembali tanpa Yesus di tangan, alias gagal menangkap Yesus. Tentu hal ini membuat orang-orang Parisi sangat marah. Para penjaga itu berkata: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Para penjaga kagum terhadap Yesus dan pengajaranNya. Yesus tidak melawan Hukum. Ia hanya menjadi sebuah ancaman terhadap kekuasaan orang-orang Parisi.
  4. Melihat keadaan tersebut, Nikodemus, yang juga sebagai orang Parisi, berusaha membela Yesus: “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuatNya?” Orang-orang Parisi sangat marah dengan kritik dan campur tangan Nikodemus ini. Orang-orang Parisi mempertahankan diri dengan melawan yang dinubuatkan Kitab Suci. Orang-orang jaman sekarang juga melakukan hal yang sama: mereka hanya mau menerima yang baru bila sesuai dengan gagasan mereka. Hal ini berarti: mereka tidak mau menerima Kabar Baru yang disampaikan oleh Yesus, karena tidak sesuai dengan gagasan mereka. Orang-orang di sekitar kita tidak mau menerima Yesus, karena bertentangan dengan pendapat mereka yang lama. Keselamatan tidak terjadi atas mereka.
  5. Hari demi hari, Yesus jelas-jelas dianggap sebagai ancaman bagi kekuasaan dan otoritas orang-orang Parisi. Orang-orang yang mendengarkan Yesus mulai mempertanyakan dan meragukan orang-orang Parisi. Ketegangan antara Yesus dengan orang-orang Parisi meningkat. Tujuan para pejabat keagamaan hanya satu: Yesus harus dibunuh.
  6. Sekarang ini kita dapat bertanya pada diri kita sendiri: Kapan kita mengikuti jejak orang-orang Parisi? Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang tidak sepaham dengan kita? Betapa kita mudah mengadili mereka.

 

(MS)