SABDA, Kamis, 9-3-2017, MINTALAH MAKA AKAN DIBERIKAN KEPADAMU!

BACAAN

Esther 3:10a.10c-12.17-19 – “Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, ya  Allah”
Mat 7:7-12 – “Setiap orang yang meminta akan menerima”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini merupakan bagian dari Kotbah di Bukit, yang merupakan Hukum Baru dari Allah yang dinyatakan dalam diri Yesus Kristus: a) Ayat 7-11: Jangan takut untuk minta sesuatu kepada Allah, dan b) Ayat 12: Peraturan Emas.
  2. Untuk terkabulnya sebuah doa, Yesus memberikan tiga (3) rekomendasi kepada kita agar: meminta, mencari dan mengetok pintu. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Rekomendasi ini merupakan jaminan, bahwa doa kita selalu didengarkan oleh Allah dan Allah akan menanggapi, karena Allah adalah Kasih. Tetapi kita harus sadar bahwa Allah tidak pernah mengatakan kepada kita: “Mintalah dan kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Namun Ia akan selalu memberi apa yang baik bagi kita.
  3. Dari rekomendasi tersebut, kita didorong untuk berdoa sungguh-sungguh, seolah-olah hidup kita saat ini hanya tergantung pada doa yang kita sampaikan itu. Selain itu, kita juga harus berdoa dengan penuh keberanian, seperti Abraham yang minta kepada Allah untuk membatalkan hukuman atas kota yang tidak bertobat, seperti Musa yang minta kepada Allah untuk bersabar pada umatNya. Dari doa-doa yang penuh keberanian tersebut, mukjijat Allah pun terjadi.
  4. Di samping berdoa dengan sungguh-sungguh, kita juga harus berdoa dengan tiada henti, sampai Allah “bosan” mendengarkan doa-doa kita. Pada tengah malam, seseorang mengetok pintu tetangganya untuk minta roti bagi tamunya. Karena jengkel dan bosan dengan suara ketokan pintu yang berisik, maka tetangga itu bangun dan memberikan roti kepadanya. Demikian juga Allah: Dia maha baik.
  5. Doa yang paling indah ialah bukan doa yang sopan-sopan, bukan yang panjang-panjang, apalagi dengan teriakan-teriakan histeris, tetapi doa yang muncul dari hati yang terdalam: hatiku berjumpa dengan HatiNya dalam keheningan.
  6. Kesimpulan dari doa yang sungguh-sungguh dan tiada henti: “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya.”
  7. Ayat 12: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Ayat ini sering disebut sebagai Peraturan Emas, karena segala sesuatu yang kita kehendaki orang lain perbuat untuk kita, harus kita terapkan untuk mereka juga. Kita tidak hanya menuntut hak dari orang lain, tetapi juga punya kewajiban terhadap orang lain. Peraturan Emas ini, supaya terlaksana, mengharuskan kita untuk mengasihi orang lain tanpa syarat, memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan, tidak peduli apa yang telah mereka perbuat atau sedang mereka perbuat untuk kita.
  8. Bagaimana sikap kita, bila doa-doa kita tidak dikabulkan?

 

(MS)