SABDA, Selasa, 21-2-2017, YESUS MEMBENTUK PARA MURIDNYA

BACAAN

Sir 2:1-11 – “Bersiap sedialah menghadapi pencobaan”
Mrk 9:30-37 – “Barangsiapa ingin menjadi yang pertama, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini menceritakan maklumat kedua tentang Penderitaan, Kematian dan Kebangkitan Yesus. Para murid merasa ngeri dan takut. Mereka tidak memahami kata-kata tentang Salib, karena mereka tidak mengerti dan tidak bisa menerima Mesias yang menderita. Mereka masih bermimpi tentang Mesias yang mulia dan agung. Ketika Yesus menyatakan Penderitaan dan KematianNya, mereka justru berebut: siapa yang paling besar di antara mereka. Yesus ingin melayani, tetapi yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana memerintah. Mereka masih terpengaruh oleh ragi orang Parisi.
  2. Ketika membentuk para murid, Yesus berbicara kepada mereka tentang Salib. Menurut nubuat nabi Yesaya (Yes 53:1-10), Anak Manusia akan ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Para murid mendengarkan pengajaran Yesus, tetapi mereka tidak mengerti dan tidak paham apa yang Ia katakan tentang Salib. Mereka tidak minta penjelasan, karena takut untuk menunjukkan ketidaktahuan mereka.
  3. Ketika mereka sampai di rumah, Yesus bertanya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” Mereka tidak menjawab, dan merasa salah. Di jalan mereka saling berbantah, siapa yang terbesar di antara mereka. Mereka masih memiliki mentalitas bersaing dan mengutamakan martabat sebagai manusia. Ada ketidak-konsistenan: Ketika Yesus berbicara tentang Mesias Pelayan atau Mesias yang Menderita, para murid hanya berpikir tentang siapa yang terbesar.
  4. Tanggapan Yesus: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” Yang terakhir tidak pernah akan mendapatkan piala atau hadiah. Ia hamba yang tidak berguna (Luk 17:10). Kekuasaan harus dipakai tidak untuk mendominasi dan menguasai tetapi untuk melayani.
  5. Yesus menempatkan seorang anak kecil di tengah-tengah mereka. Orang yang hanya ingin menguasai dan memerintah, tak pernah akan memperhatikan orang-orang kecil, miskin, lemah, dan tersingkir. Yesus memeluk anak kecil itu dan berkata: “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.” Yesus menyamakan diri dengan orang-orang kecil.
  6. Yang dicari orang jaman sekarang adalah kekuasaan, kekayaan, ketenaran, dan kemasyuran. Lihatlah para selebriti, bintang film, penyanyi, pesohor, dan pejabat yang tidak amanah. Apa yang sebenarnya mereka cari? Apakah mereka menemukan kebahagiaan sejati? Mereka kawin-cerai, terjerat narkoba, masuk penjara. Yesus menghendaki agar kita mencari kebahagiaan yang bersumber hanya dari diriNya.
  7. Tetapi bukankah kita masih seperti para murid? Berusaha sedemikian supaya terlihat terhormat dan dikagumi orang lain? Atau makin mendekati cara hidup Yesus: hidup sederhana, suci dan mengasihi?

 

(MS)