SABDA, Sabtu, 18-2-17 YESUS MENAMPAKKAN KEMULIAANNYA

BACAAN

Ibr 11:1-7 – “Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah”
Mrk 9:2-13 – “Inilah AnakKu yang terkasih, dengarkanlah Dia”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini berbicara tentang dua hal yang saling terkait: perubahan wajah Yesus dan pertanyaan tentang kembalinya Elia.
  2. Yesus naik ke sebuah gunung yang tinggi bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes. Di atas gunung itu Yesus menampakkan kemuliaanNya. Bersamaan dengan peristiwa tersebut, muncullah Musa dan Elia. Musa dan Elia adalah nabi paling besar dalam Perjanjian Lama, bicara dengan Yesus. Musa mewakili Hukum, Elia mewakili para nabi. Perjanjian Lama selalu mengajarkan bahwa Mesias, untuk sampai kepada kemuliaan, harus melewati Salib.
  3. Petrus merasa senang dengan kemuliaan Yesus itu dan ia ingin tetap mengalami hal itu di gunung. Ia menawarkan untuk membangun 3 tenda. Markus mengatakan bahwa Petrus takut, tanpa tahu apa yang ia katakan. Lukas menambahkan bahwa para murid tertidur (Luk 9:32). Mereka seperti kita: begitu sukar untuk mengerti dan memahami Salib.
  4. Ketika Yesus diliputi oleh kemuliaan, suara datang dari awan dan berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Kata-kata “Anak yang Kukasihi” mengingatkan Hamba Tuhan yang dimaklumkan nabi Yesaya (Yes 42:1). Kata-kata “Dengarkanlah Dia” mengingatkan kita akan janji kedatangan Musa baru (Ul 18:15). Dalam Yesus, seluruh nubuat para nabi terpenuhi. Bagi para murid: Yesus benar-benar Mesias Mulia yang mereka inginkan, tetapi untuk sampai kepada kemuliaan harus melewati salib (Yes 53:3-9). Kemuliaan Yesus di atas gunung membuktikan hal itu. Musa dan Elia meneguhkannya. Bapa sendiri menjamin dan Yesus menerimanya. Dari saat itu, Yesus satu-satunya pewahyuan Allah bagi kita. Yesus, hanya Yesus, merupakan kunci untuk memahami seluruh isi Perjanjian Lama.
  5. Yesus minta para muridNya untuk tidak mengatakan kepada siapapun apa yang mereka lihat, sampai sesudah Anak Manusia bangkit dari mati, tetapi para murid tidak mengerti. Sejatinya, mereka tidak mengerti tentang arti salib yang menghubungkan penderitaan dengan kebangkitan. Salib Yesus merupakan bukti bahwa kehidupan lebih kuat daripada kematian.
  6. Kembalinya nabi Elia. Nabi Maleaki menyatakan bahwa Elia akan kembali untuk menyiapkan jalan bagi Mesias (Mal 3:23-24). Bagaimana Yesus sebagai Mesias kalau Elia belum datang? Tanggapan Yesus jelas: memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia. Elia yang dimaksud adalah Yohanes Pembaptis yang dibunuh oleh Herodes (Mat 17:13).
  7. Refleksi kita: a) Ketika Yesus menampakkan kemuliaanNya di atas gunung, Ia tahu betul apa yang menunggu di Yerusalem, yaitu: pengkhianatan, penyiksaan, dan penyaliban. b) Apabila segalanya sedang mudah dalam hidup kita, Tuhan terasa di samping kita, penuh berkat. Haleluia puji Tuhan. Tetapi saat kita menghadapi pencobaan, salib berat, hendaknya penampakan Tuhan mengingatkan kita bahwa kita masih dan tetap dikasihi Tuhan. c) Seperti para rasul, kita dipanggil untuk menjadi saksi kemuliaanNya: hidup penuh syukur dan sukacita dalam segala situasi dan keadaan.

 

(MS)