SABDA, Senin, 16-1-17, DALAM YESUS: JAMAN BARU TELAH TIBA

BACAAN

Ibr 5:1-10 – “Yesus belajar menjadi taat, sekalipun Ia Anak Allah”
Mrk 2:18-22 – “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa”

 

RENUNGAN

  1. Orang-orang bertanya kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Parisi berpuasa, tetapi murid-muridMu tidak?” Dalam Hukum Taurat, puasa hanya pada Hari Pertobatan (Imamat 16:1-34; 23:26-32; Bil 29:7-11). Di luar itu, masing-masing pribadi juga bisa berpuasa sebagai ungkapan ratapan atau penyesalan (1Raj 21:27; 2Sam 3:35). Orang-orang Parisi berpuasa dua kali dalam satu minggu (Luk 18:12).
  2. Karena orang-orang memandang Yesus sebagai seorang nabi atau Guru, mereka mengharapkan para muridNya berpuasa seperti kelompok-kelompok lainnya. Yesus menjernihkan, bahwa dengan kedatanganNya maka jaman baru telah datang, yaitu jaman kebebasan. Ia menerangkan hal ini dengan analogi pengantin pria. Dengan analogi itu, Ia menyatakan bahwa siapapun yang berpuasa pada saat pesta perkawinan merupakan penghinaan serius terhadap tuan rumah atau pengantin laki-laki. Tetapi ketika pengantin laki-laki diambil, yang menunjuk pada kematian Yesus, maka saatnya orang berpuasa.
  3. Kain yang belum susut dan anggur baru merujuk pada jaman baru ini, sebaliknya mantol yang tua dan kantong kulit yang tua merujuk pada jaman lama. Keduanya tidak cocok. Sebuah usaha untuk menambal mantol yang tua dengan kain yang baru akan menyebabkan kain semakin sobek. Demikian juga menaruh anggur baru ke dalam kantong kulit yang lama akan menyebabkan kehilangan yang besar. Kesimpulannya: kehadiran Yesus membawa kebaharuan dan untuk memahami Dia, seseorang perlu melepaskan cara hidup lama yang ia punyai.
  4. Kalau kita bicara tentang peraturan yang Yesus berikan kepada para muridNya, hanya ada satu peraturan yaitu cinta kasih. Semua tindakan murid Yesus harus dimotivasi oleh cinta kasih ini. Hal ini berarti bahwa seseorang bisa berpuasa atau tidak berpuasa, tetapi seseorang harus selalu dan setiap saat hanya mengasihi.
  5. Sebagai seorang yang percaya pada Kristus, perlukah kita berpuasa? Kalau puasa itu diperlukan, apa gunanya berpuasa? Kalau kita tidak perlu berpuasa, mengapa ada peraturan Gereja tentang puasa dan pantang?

 

(MS)