SABDA, Rabu, 11-1-17, KESEMBUHAN MENGARAHKAN SESEORANG KEPADA PELAYANANAN

BACAAN

Ibr 2:14-18 – “Yesus harus menjadi sama dengan saudara-saudaraNya”
Mrk 1:29-39 – “Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit”

 

RENUNGAN

  1. Setelah mengikuti perayaan di Sinagoga, Yesus pergi ke rumah Petrus dan menyembuhkan ibu mertuanya. Setelah sembuh, ia segera melayani orang-orang yang hadir. Yesus tidak hanya menyembuhkan phisiknya, tetapi juga mengembalikan semangat orang itu, sehingga ia siap sedia untuk tugas-tugas pelayanan.
  2. Pada saat itu, Yesus menerima orang-orang sakit dan kerasukan setan dan menyembuhkan mereka semua. Di kalangan bangsa Israel, mereka ini adalah orang-orang yang tersingkirkan. Hidup mereka sangat tergantung pada bantuan orang lain. Mereka dianggap najis, sehingga tidak bisa terlibat di tengah masyarakat. Seolah-olah Tuhan menghukum dan menyingkirkan mereka. Yesus menerima mereka dan memasukkan mereka kembali dalam kehidupan masyarakat.
  3. Saat Yesus mengalami ketenaran, pujian, dan kesuksesan dalam misiNya, justru Ia menyingkir ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Ia bersatu dengan BapaNya dalam doa. Yesus berusaha sungguh-sungguh untuk selalu memiliki waktu agar bisa berdoa. Ia bangun sebelum yang lain, dan pergi ke tempat yang sepi untuk bisa sendirian dengan BapaNya. Doa dalam keheningan sangat ditonjolkan dalam Injil Markus. Melalui doa, Yesus memperoleh kesadaran dan kejernihan akan tugas perutusanNya. Melalui doa pula, Yesus ingin selalu taat pada kehendak BapaNya.
  4. Ketenaran Yesus sangat dikenal. Tiap orang berusaha mengikuti Dia, dan mereka mengatakan kepada Yesus: “Semua mencari Engkau.” Tetapi ketika Yesus pergi, mereka sangat kecewa. Yesus tidak menaruh perhatian kepada mereka dan berkata : “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Mereka menjadi heran. Yesus tidak seperti yang mereka bayangkan. Yesus memiliki kesadaran yang tinggi tentang misiNya dan ingin menularkan hal ini kepada para muridNya.
  5. Apakah para murid sadar dan memahami secara utuh maksud Yesus? Ternyata tidak. Terjadi kesalahpahaman. Para murid ingin mempertahankan ketenaran Yesus, mereka senang dengan puja-puji yang disampaikan oleh khalayak. Kesalahpahaman terbesar saat Yesus mengatakan tentang ragi orang Parisi dan ragi Herodes (Mark 8:14-21), ketika Yesus mengatakan tentang penderitaanNya (Mark 8:32-33; 9:32), dan ketika Yesus mengatakan bahwa iman para murid akan tergoncang (Mark 14:27).

 

REFLEKSI

  1. Apakah Anda merasa sebagai orang yang diutus untuk tugas-tugas pelayanan?
  2. Apakah doa menjadi prioritas dalam hidup Anda?
  3. Seandainya saat ini Yesus datang ke kampung/kota Anda, kesembuhan apa yang ingin Anda minta dari Yesus?

 

(MS)