SABDA, Minggu, 8-1-17, HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN – PERJALANAN KITA MENUJU ALLAH

BACAAN
Yes 60:1-6 – “Kemuliaan Tuhan terbit atasmu”
Ef 3:2-3a.5-6 – “Rahasia Kristus kini telah diwahyukan, dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian”
Mat 2::1-12 – “Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja”
RENUNGAN

  1. Hari ini kita merayakan Epifani – penampakan Allah dalam diri seorang bayi kepada orang-orang bukan-Yahudi sebagaimana diwakili oleh orang-orang majus.
  2. Kisah dan kunjungan orang-orang majus membuka mata kita terhadap kenyataan, bahwa Tuhan tidak membatasi agama tertentu, suku tertentu untuk mencari dan mendapatkan Dia. Siapa saja yang mencari Dia dengan hati yang tulus pasti menemukan.
  3. Melalui Kitab Suci, para imam kepala dan ahli kitab tahu bahwa Kristus lahir di Betlehem. Namun demikian mereka, dan Herodes, tidak mampu menemukan Dia, karena usaha mereka untuk mencari Yesus tidak sungguh-sungguh dan tidak dengan hati yang tulus. Mereka “tahu” bagaimana Mesias akan datang, tetapi kedatanganNya tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan, maka mereka tidak dapat mengenali Dia, walauapun Dia sudah datang.
  4. Di lain pihak, orang-orang majus tidak tergantung hanya pada bintang. Ketika mereka sampai di Yerusalem, mereka konsultasi dengan para ahli kitab suci. Mereka melakukan hal ini supaya pencarian akan Sang Raja semakin meyakinkan. Kadang-kadang lebih baik memiliki terang bintang yang redup dan mengikuti kemana bintang itu memimpin kita, daripada tahu tentang kitab suci namun tidak dengan hati yang tulus mencari dan menemukan Kristus. Denga sikap demikian justru mereka kehilangan Kristus, seperti dialami oleh para ahli kitab dan para imam kepala.
  5. Sebagai orang beriman, kita sungguh terberkati karena Allah mewahyukan diri dalam Kristus. Dengan demikian Ephipani Kristus, sesungguhnya, merupakan ephipani Allah sendiri. Orang-orang majus mampu mengenal dan berjumpa dengan Allah dalam diri seorang anak kecil. Pengenalan ini mereka tunjukkan dalam hadiah yang mereka persembahkan kepadaNya.
  6. Perayaan hari ini dan kisah tentang orang majus merupakan kiasan tentang perjalanan kita menuju Kristus. Semua orang di mana saja, apapun sukunya, agamanya, laki-laki atau perempuan, bergerak sebagai pejiarah dan teman seperjalanan untuk menemukan Allah dalam segala dan segala dalam Dia. Sebagaimana kita berjalan bersama, kita dipanggil, seperti para majus, untuk meneruskan perjalanan dalam suasana saling membantu dalam cinta kasih.

 

REFLEKSI

Perjalanan orang-orang majus merupakan kisah perjalanan hidup kita, kisah di mana kita dibimbing oleh Allah, kisah suka cita karena kita menemukan iman dan Allah. Namun perjalanan menuju Allah sering diwarnai dengan sikap para imam kepala, para ahli Taurat, dan Herodes yang penuh intrik dan keserakahan. Sikap apa saja dalam diri Anda yang masih mencerminkan sikap para imam kepala, para ahli Taurat dan Herodes?

 

(MS)