SABDA, Rabu, 28-12-16, PENGHARAPAN KOKOH AKAN KESELAMATAN

BACAAN

1Yoh 2:3-11 – “Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada dalam terang”
Luk 2:22-35 – Kristus cahaya para bangsa

 

RENUNGAN

  1. Lukas bab 1 dan 2 merupakan sebuah cermin bagi orang-orang Kristen yang berasal dari orang kafir. Dalam Injil tersebut mereka menemukan, bahwa Kristus telah datang untuk memenuhi semua apa yang dikatakan dalam Perjanjian Lama. Kemudian dua bab tersebut juga menjadi cerminan apa yang dialami oleh orang-orang Kristen pada jamannya Lukas.
  2. Yesus yang lahir, juga kelompok Kristen waktu itu, “menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan” (Luk 2:34), yang menyebabkan ketegangan dan merupakan sumber penderitaan yang besar. Maria, sebagai gambaran Umat Allah, menghadirkan sebuah model bagaimana tetap bertekun sebagai Umat Perjanjian Baru.
  3. Dalam dua bab Injil Lukas ini, segala sesuatunya berpusat di sekitar kelahiran dua anak, yaitu Yohanes Pembaptis dan Yesus. Dari awal sampai akhir selalu ada pujian dan nyanyian, karena, akhirnya, belaskasih Allah dinyatakan dalam diri Yesus; Ia memenuhi semua janji Bapa. Allah memenuhi janjiNya demi orang-orang miskin, orang-orang yang hina dina, seperti Elisabet dan Zakaria, Maria dan Yusup, Simeon dan Anna, dan para gembala. Mereka semua tahu bagaimana harus mempersiapkan kedatangan Sang Mesias.
  4. Maria dan Yusup yang menggenapi apa yang dikatakan oleh Hukum Taurat, mengingatkan kembali apa yang ditulis oleh Paulus dalam suratnya kepada orang-orang Galatia: “Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak” (Ga; 4:4-5).
  5. Yang menjadi harapan Simeon, juga harapan kita, adalah: melihat keselamatan yang telah disediakan Tuhan. Apakah kita mampu mengalami keselamatan itu, tergantung dari sikap kita: Apakah kita mampu mengubah cara hidup kita sesuai dengan Sabda atau tidak.
  6. Namun hidup kita seringkali jauh dari apa yang kita inginkan, misalnya kesulitan keuangan yang berat, gagal dalam pekerjaan, kena phk, keluarga yang tidak mengalami damai dan tenteram. Hal tersebut sering menimbulkan kecemasan, bahkan tidak tahu bagaimana harus menyelesaikan. Bila mengalami hal tersebut, baiklah kalau kita mau kembali kepada Maria dan Yusup. Mereka pasti memahami situasi kita. Mintalah agar mereka mendoakan Anda. Mereka akan menemani Anda sepanjang perjalanan hidup Anda.

 

REFLEKSI

  1. Apa yang Anda bayangkan tentang kehidupan orang-orang Kristen pada jamannya Lukas?
  2. Sejarah Gereja dipenuhi dengan panangkapan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap Umat Allah. Mengapa hal ini bisa terjadi?

 

(MS)