SABDA, Minggu, 25-12-16: Hari Raya Natal DALAM YESUS, KITA DISATUKAN DENGAN ALLAH

BACAAN

Yes 52:7-10 – “Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita”
Ibr 1:1-6 – “Allah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya”
Yoh 1:1-18 – “Sabda telah menjadi daging dan tinggal di antara kita”

 

RENUNGAN

  1. Mengapa Yohanes Penginjil mengawali Injilnya dengan gambaran tentang Sabda Tuhan? Sabda Tuhan merupakan ungkapan umum di kalangan orang Yahudi. Dalam Perjanjian Lama, Sabda Tuhan merupakan kata yang aktif, kreatif, dan dinamis. “Oleh Sabda Tuhan langit telah dijadikan” (Mzm 33:6). “Ia menyampaikan perintahNya ke bumi; dengan segera firmanNya berlari” (Mzm 147:15). “Bukankah firmanKu seperti api, demikianlah firman Tuhan dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” (Yer 23:29). “Dengan firmanMu telah Kaujadikan segala sesuatu” (Kkeb 9:1).
  2. Yohanes melukiskan Yesus sebagai daya cipta Allah, Sabda yang memberi kehidupan dan memberi terang yang datang ke bumi dalam wujud manusia. Yesus adalah kebijaksanaan dan kekuatan Allah yang menciptakan dunia. Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Allah, menjadi manusia dan saudara kita. Yesus Kristus adalah Anak Allah yang “telah datang sebagai manusia” (1Yoh 4:2).
  3. Orang beriman tiada hentinya menyatakan kekaguman terhadap Penjilmaan Tuhan. “Anak Allah menjilma menjadi manusia agar supaya menggenapi penyelamatan kita. Ia bekerja dengan tangan-tangan manusia; Ia berpikir dengan pikiran manusia. Ia bertindak dengan kehendak manusia, dan Ia mencintai dengan hati manusia. Lahir dari Perawan Maria, Ia telah menjadi satu dengan kita.
  4. Jika kita hendak melihat kemuliaan Allah, kita dapat melakukannya di dalam Yesus Kristus. Yesus telah mengambil bagian dalam kemanusiaan kita, sehingga kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahiNya (2Pet 1:4). Yang dibutuhkan dari kita adalah keterbukaan untuk menerima Sabda dan percaya bahwa Allah dalam kebaikanNya, menerima kita.
  5. Dengan hadirnya Yesus di tengah-tengah kita, Allah menghendaki agar kita sepenuhnya disatukan dengan Dia. “Sabda menjadi daging dan tinggal di antara kita.” Wujud yang paling jelas kesatuan kita dengan Yesus adalah di dalam Ekaristi.

 

REFLEKSI

  1. Segala sesuatu yang ada merupakan ungkapan Sabda Allah, penyataan atas kehadiranNya. Bagaimana Anda mampu menemukan Allah dalam segala dan menemukan segala dalam Allah?
  2. Ekaristi merupakan puncak kesatuan dengan Allah. Bagaimana pengalaman Anda tentang Ekaristi: sungguhkah Ekaristi merupakan puncak perayaan dan puncak iman kita?
  3. Perayaan Minggu Natal biasanya menjadi kegembiraan tersendiri bagi anak-anak. Sudahkah Anda, sebagai orang tua, membawa anak-anak untuk mengalami kegembiraan Natal?

 

(MS)