SABDA, Sabtu, 17-12-16, SILSILAH YESUS KRISTUS, ANAK DAUD, ANAK ABRAHAM

BACAAN

Kej 49:2.8-10 – “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda”
Mat 1:1-17 – “Silsilah Yesus Kristus, Anak Daud”

 

RENUNGAN

  1. Injil Mateus diawali dengan silsilah Yesus Kristus. Dalam silsilah ini ditegaskan bahwa Yesus adalah Mesias, keturunan Daud. Kalau Yesus disebut sebagai Anak Daud, artinya: Yesus merupakan harapan bangsa Yahudi (2Sam 7:12-16). Kalau disebut sebagai Anak Abraham, artinya: Yesus adalah sumber berkat bagi segala bangsa (Kej 12:13). Realitas ini menunjukkan bahwa Allah terus berkarya dalam sejarah manusia, dan Ia bertindak mengutus AnakNya. Allah tidak hanya bersemayam di dalam sorga, tetapi Ia adalah Emmanuel, Tuhan beserta kita (Mat 1:23; 28:20).
  2. Silsilah terdiri dari 3 bagian: Pertama, mulai dengan Abraham, berakhir dengan Daud sebagai raja. Kedua, mulai dengan Daud dan berakhir dengan pembuangan ke Babilonia. Ketiga, mulai dengan pembuangan dan berakhir dengan kelahiran Sang Mesias, Yesus Kristus.
  3. Mateus memberi perhatian angka 14 pada akhir silsilah. Angka 14 adalah angka Hibrani, yang berarti Daud (DWD: D=4, W=6, D=6). Dengan simbol ini menyatakan bahwa Anak Daud (Mat 1:1), Mesias, telah datang.
  4. Ada 4 nama wanita, di samping Maria, yang disebut: Tamar, Rahab, Ruth, dan Bathsheba. Mereka ini adalah orang-orang asing, kafir, dan berdosa. Maria adalah orang Yahudi. Hal ini mau menunjukkan bahwa semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi, berada dalam rencana keselamatan Allah.
  5. Maksud keseluruhan dari silsilah ini: Pertama, Yesus adalah kepenuhan harapan bangsa Israel. Walapun bangsa Israel tidak setia dan berdosa melawan Allah, Allah tetap setia memenuhi janjiNya dalam diri Anak yang dikasihiNya, ialah Yesus Kristus. Kedua, pemenuhan janji Allah dilaksanakan dengan cara yang tidak biasa, bahkan di dalamnya terlibat wanita-wanita asing, kafir, dan berdosa. Hal ini mengajarkan bahwa orang-orang kafir dan para pendosa diikutkan dalam rencana Allah sejak awal. Ketiga, Allah terus menerus aktif bekerja dalam sejarah manusia dan terlibat dengan kehidupan mereka. Allah bekerja tidak hanya secara ajaib, tetapi juga dengan cara-cara yang biasa dijalani oleh manusia, melalui penderitaan dan perjuangan, untuk membawa mereka menuju Kerajaan Allah.

 

REFLEKSI

  1. Apakah Anda kagum dan bangga mempunyai Sang Juru Selamat Yesus Kristus? Dan tidak goyah ketika ada ancaman dan intimidasi terhadap Gereja pada akhir-akhir ini?
  2. Apa yang ingin Anda persembahkan kepada Yesus yang lahir di Betlehem?

 

(MS)