SABDA, Selasa, 6-12-16, GEREJA BERTANGGUNGJAWAB ATAS DOMBA YANG TERSESAT DAN HILANG

BACAAN
Yes 40:1-11- “Seperti seorang gembala, Ia menggembalakan kawanan ternakNya dan menghimpunkannya dengan tanganNya; anak-anak domba dipangkuNya, induk-induk domba dituntunNya dengan hati-hati”
Mat 18:12-14 – “Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang”

 

RENUNGAN

  1. Tentang perumpamaan seekor domba yang hilang, menurut Injil Lukas, perumpamaan ini mengungkapkan kegembiraan Allah karena seorang yang bertobat (Luk 15:3-7). Menurut Matius, perumpamaan ini mengungkapkan bahwa Bapa tidak ingin ada seorang kecil dan lemah hilang. Dengan kata lain, seorang kecil dan lemah harus menjadi prioritas pastoral Gereja. Mereka harus menjadi pusat perhatian.
  2. ”Apakah Gereja mendengarkan aku?” Kemajuan jaman sekarang telah membuat orang-orang beriman mulai kurang memperhatikan hidup rohani, kurang berdoa, dan mulai tidak ke gereja. Bagi mereka, ke gereja pada saat Natal dan Paskah sudah cukup. Bahkan mereka tidak ke gereja lagi. Mereka ingin mendapatkan pendampingan pastoral dari para imam dan para pastor, tapi sia-sialah harapan mereka. Mereka berteriak dalam hati: “Gereja, apakah engkau mendengarkan jeritanku?” Jawabannya: tidak. Para imam dan para pastor asyik dengan urusannya sendiri yang tidak ada kaitannya dengan reksa pastoral umatnya. Maka jangan disalahkan kalau ada domba yang tersesat dan hilang. Tidak hanya satu, tapi banyak. Salah siapa?
  3. Perikop Injil hari ini dibuka dengan “Bagaimana pendapatmu?” Hal ini mengajak kita berpikir. Berpikir dan bertindak untuk satu domba, bahkan banyak domba, yang hilang itu. Tuhan begitu terketuk hatiNya karena ada seorang yang tersesat dan Ia mencarinya sampai ketemu: “Tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?”
  4. Manusia menjadi pusat perhatian Allah. Allah menghendaki agar setiap orang beriman tetap berada dalam satu kawanan. Setiap pendosa akan dicariNya dan akan bersukacita bila ia ditemukan kembali. Kita adalah tangan-tangan Allah yang bertanggung jawab atas domba-domba yang hilang.

 

REFLEKSI

1.Menurut Anda, bagaimana dengan Renungan no 2 di atas?
2.Apakah tugas reksa pastoral hanya menjadi tugas dan tanggungjawab para imam? Dalam hal ini, apa perbedaan tugas para imam dengan umat biasa?

 

(MS)

One thought on “SABDA, Selasa, 6-12-16, GEREJA BERTANGGUNGJAWAB ATAS DOMBA YANG TERSESAT DAN HILANG

Comments are closed.