SABDA, Senin, 5-11-16, ALLAH, DALAM KERAHIMANNYA YANG TANPA BATAS, MENGAMPUNI DAN MENYEMBUHKAN PARA PENDOSA YANG BERTOBAT MELALUI YESUS PUTERANYA

BACAAN
Yes 35:1-10 – “Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu”
Luk 5:17-26 – “Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan”

 

RENUNGAN

  1. Setelah Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta (Luk 5:12-16), Ia menyembuhkan seorang lumpuh. Terlebih dahulu Ia memberi pengajaran. Ia selalu bicara tentang Allah, BapaNya, tetapi Ia bicara dengan cara baru dan menarik, berbeda dari para ahli kitab dan orang-orang Parisi (Mark 1:22.27). Yesus menghadirkan Allah sebagai Kabar Gembira yang besar kepada umat manusia. Allah yg menerima dan mencintai semua orang, dan Allah yang tidak mengancam dan tidak menghukum.
  2. Bagi orang-orang miskin, lumpuh, kusta, tertindas, Yesus adalah bagi mereka dan satu-satunya harapan mereka. Ketika Yesus melihat iman orang lumpuh dan keempat orang yang mengusungnya, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” Orang Israel pada waktu itu beranggapan bahwa orang miskin, lumpuh, kusta adalah hukuman Allah karena dosa-dosa mereka. Yesus mengajarkan kebalikannya. Dengan alasan ini, Yesus mengatakan: “Dosamu sudah diampuni.” Dengan kata lain, Allah tidak menolak kamu
  3. Menurut para ahli Taurat dan orang-orang Parisi, hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Dan hanya imam yang bisa menyatakan bahwa seseorang telah diampuni dosa-dosanya. Di mata mereka, Yesus hanyalah seorang awam biasa, bagaimana Ia bisa mengampuni orang lumpuh dan menyembuhkannya? Kalau orang biasa mampu mengampuni dosa-dosa, maka para tabib dan para imam kehilangan fungsi mereka. Inilah mengapa mereka bereaksi dan membela diri.
  4. Dalam nama Allah, Yesus memiliki kuasa untuk mengampuni dosa, dan Ia berkata kepada si lumpuh itu: “Bangunlah dan berjalanlah.” Di sini Yesus menunjukkan bahwa si lumpuh tidak mendapat hukuman karena dosa. Yesus juga menunjukkan bahwa iman si lumpuh merupakan bukti bahwa Allah menerima dia dalam kasihNya.
  5. Selain lumpuh phisik ada lumpuh rohani. Seseorang menderita lumpuh rohani ketika ia tidak mampu mengampuni. Hatinya menjadi keras dan tertutup. Bagi orang ini hanya ada satu cara penyelesaian, yaitu pengampunan dari Yesus. Hal ini harus dimohon terus menerus sampai ia mampu mengampuni.

 

DOA

Tuhan Yesus Kristus, pengampunan dan cintaMu telah Kau tunjukkan kepada para pendosa yang bertobat. Engkau menyembuhkan tubuh, jiwa, dan pikiran mereka. Semoga kekuatan cinta dan penyembuhanMu menyentuh semua bidang kehidupanku. Ampunilah kesalahan dan pelanggaranku, dan ubahlah aku dengan kekuatan Roh KudusMu, sehingga aku mampu berjalan dengan penuh percaya diri dalam kebenaran dan keadilanMu. Amin.

 

(MS)