SABDA, Jumat, 02-12-16, IMAN YANG MENYEMBUHKAN

BACAAN

Yes 29:17-24 – “Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar …. mata orang-orang buta akan melihat … orang yang gagah sombong akan berakhir dan orang pencemooh akan habis”
Mat 9:27-31 – “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” “Ya Tuhan, kami percaya.” “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”

RENUNGAN

  1. Dalam Injil hari ini Yesus berhadapan dengan penderitaan manusia. Yesus tidak bersembunyi dan tidak lari dari mereka. Ia menerima mereka dengan kelembutan hati dan Ia menyatakan kasih Allah.
  2. Dua orang buta itu berseru: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu. Maka meleklah mata mereka.”
  3. Apa yang penting dari dua orang buta ini? 1) Bertekun dan berusaha keras untuk bisa ketemu Yesus. 2) Jawaban terhadap Yesus: bukan Ya, tetapi: “Ya Tuhan, kami percaya.” Mereka tidak hanya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, tetapi percaya bahwa Yesus mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. 3) Walaupun mereka buta, namun mereka mampu melihat Tuhan. Lain dengan orang-orang Parisi dan para ahli kitab yang mempunyai mata, namun tidak mampu melihat Tuhan. 4) Walaupun mereka dilarang untuk bicara, namun mereka tetap menyebarkan suka cita yang mereka alami. Bukannya tidak taat, mereka hanya ingin menyampaikan ungkapan rasa syukur yang meluap.
  4. Banyak dari antara kita yang berhenti pada mukjijat, misalnya penyembuhan. Orang lebih mengejar kesembuhan pisik.Maka ketika ada misa penyembuhan, gereja penuh sesak dengan orang-orang sakit, dengan harapan: sembuh seperti sedia kala. Bila tidak sembuh seperti yang mereka harapkan, mereka kecewa berat. Padahal yang jauh lebih penting adalah kesembuhan rohani atau kesembuhan batin.
  5. Kita disebut buta, ketika kita tidak memiliki rasa terhadap kehadiran Tuhan, tidak memiliki rasa terhadap dosa, tidak peduli terhadap orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan pertolongan. Hal ini disebut buta hati, yang jauh lebih parah daripada buta mata.

 

REFLEKSI

Setelah membaca Injil dan renungan hari ini, apa yang ingin Anda perbuat?

 

(MS)