SABDA, Jumat, 11-11-16: St. Martinus, Uskup.

BACAAN
2 Yoh 1: 4-9 – “Barangsiapa setia kpd ajaran, dia memiliki Bapa maupun Putera”
Luk 17: 26-37 – “Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri”

RENUNGAN

  1. Injil hari ini melanjutkan refleksi ttg kedatangan akhir jaman dan bgm kita menyiapkan utk kedatangan Kerajaan Allah. Ttg akhir jaman, kita tdk tahu kpn akan terjadi. Yg pasti: ada kekuatan yg memberi rasa aman, yaitu Sabda Tuhan yg hadir dlm hidup kita.
  2. Tiap hari kehidupan kita berjalan normal: main hp, makan, minum, membeli, menjual, menabur, menuai, kawin, dan seterusnya. Sedemikian rutin, sampai2 kita tdk bisa berpikir yg lain. Jaman konsumeris dan bebas spt skrg, org tdk lagi punya perhatian thd dimensi kehidupan yg lebih dlm. Kehidupan rohani menjadi dangkal dan kering.
  3. Kehancuran yg pernah terjadi pd jamannya Nuh, Lot, dan Yerusalem (th 70) menggambarkan apa yg akan terjadi pada akhir jaman, harinya Anak Manusia. Spt apa penderitaan dan trauma akibat kehancuran tsb, sukar dibayangkan. Utk memahami penderitaan pada wkt itu, Yesus menggunakan perbandingan: “Barangsiapa pada hari itu sedang berada di peranginan di atas rumah dan barang2nya ada di dlm rumah, janganlah ia turun utk mengambilnya … “ (ay 31). Kehancuran itu begitu cepat, shg tdk perlu turun utk mencari sesuatu di dlm rumah. Isteri Lot yg menoleh ke belakang saja, langsung menjadi tiang garam (Kej 19:26). Jangan menoleh ke belakang, jangan kehilangana wkt, maju terus ke depan. Ini mrpkan pilihan: hidup atau mati.
  4. ”Barangsiapa memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya” (ay 33). Artinya: org sampai pada kepenuhan hidup, jika seseorang mampu memberikan diri seutuhnya bagi keselamatan org lain. Org yg mempertahankan hidupnya hanya utk dirinya sendiri, justru akan kehilangan. Dgn memberi, kita akan menerima. Spt kata Yesus: “Sesungguhnya jikalau biji gandum tdk jatuh ke dlm tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh 12:24).
  5. ”… yg seorang akan dibawa dan yg lain akan ditinggalkan …. “ (ay 34-36). Hal ini spt mengulang perumpamaan ttg 10 gadis: 5 gadis bijak dan 5 yg lain gadis bodoh (Mat 25:1-11). Artinya, kita hrs selalu siap siaga supaya layak dipilih saat Anak Manusia datang.
  6. Agar kita siap menyongsong kedatangan Anak Manusia, maka: cintailah Sabda Tuhan, cintailah doa, cintailah sakramen, dan cintailah ajaran Gereja.

REFLEKSI
Jika Anda hrs menggambarkan, seperti apa hidup rohani Anda saat ini?

(MS)