SABDA, Kamis 7-12-2017, MEMBANGUN RUMAH DI ATAS BATU

BACAAN

Yes 26:1-6 – “Bangsa yang benar dan tetap setia biarkanlah masuk”
Mat 7:21.24-27 – “Bukan setiap orang yang beseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini mengakhiri Kotbah di Bukit dengan sebuah kesimpulan: membangun rumah di atas batu. Dengan kata lain menjadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai pondasi kehidupan kita.
  2. Yesus menyampaikan perumpamaan tentang dua orang yang masing-masing membangun sebuah rumah. Yesus melukiskan bagaimana masing-masing memilih tempat untuk membangun rumah. Yang seorang membangun di atas batu dan yang lain membangun rumah di atas pasir. Melihat dari cara mereka memilih tempat, menunjukkan bahwa yang seorang bijaksana dan yang lain bodoh.
  3. Disebut bijaksana karena ia memilih tempat berbatu untuk mendirikan rumah. Tentu sangat sukar untuk membuat pondasi dan menanam pilar ke dalam batu. Hal ini membutuhkan waktu lama, kesabaran dan kerja keras. Orang yang bijak sudah mempertimbangkan semua akibat yang akan terjadi. Pembangun yang bodoh pasti tahu bangunan, tetapi tidak mempertimbangkan bila banjir dan badai menerjang terjadi. Bagi dia yang penting bagaimana membangun dengan cepat dan murah.
  4. Dari perumpamaan ini Yesus memberi pilihan kepada setiap manusia: hidup bijaksana atau bodoh. Hal tersebut tergantung di mana kita meletakkan pondasi kehidupan. Jika kita perhatian terhadap apa yang Yesus katakan dan mengikuti Dia, kita akan seperti pembangun yang bijaksana. Kita akan tetap kokoh walau menghadapi badai kehidupan. Membutuhkan kerja keras untuk meneladani Yesus, tetapi kerja keras kita akan terbayar. Dengan kata lain, Sabda Yesus merupakan tempat terbaik untuk membangun kehidupan. Sabda Yesus menyediakan sebuah pondamen yang solid untuk hidup kita.
  5. Para murid berusaha untuk mengikuti bagaimana Yesus hidup. Mereka mencoba menjadikan Sabda Yesus sebagai a way of life. Para murid bekerja keras dan mewartakan apa yang mereka pelajari kepada orang lain. Pondasi kokoh dan kuat itu adalah Yesus Kristus. Rasul Paulus memberi kesaksian: “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1Kor 3:11).

 

(MS)

Leave a Reply