SABDA, Selasa 5-12-2017, TERBUKA, RENDAH HATI, DAN TIDAK SOMBONG

BACAAN

Yes 11:1-10 – “Roh Tuhan akan ada padanya”
Luk 10:21-24 – “Yesus bergembira dalam Roh Kudus”

 

RENUNGAN

  1. ”Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus.” Yesus bergembira karena keberhasilan para murid-Nya dalam tugas perutusan. Ketika para murid pulang dari menjalankan tugas perutusan, mereka berbagi pengalaman sukacita dengan Yesus. Mendengar itu semua, Yesus sangat bergembira dan bersyukur secara mendalam: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”
  2. Mereka itu adalah para murid kelompok 70 (Luk 10:1), orang-orang sederhana, tanpa pendidikan, namun tahu dan memahami tentang Allah lebih daripada para ahli. Maka Yesus berseru: “Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” Maka apabila orang-orang bijak dan pandai ingin mengenal dan memahami Kerajaan Allah harus berguru kepada orang-orang kecil dan sederhana yang mengandalkan hidup mereka hanya kepada Allah.
  3. Para murid dipuji Yesus dengan perkataan “Berbahagialah.” Para murid berbahagia karena melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh para nabi dan raja. Para murid mampu merasakan dan mengalami tindakan Allah melalui Yesus yang menyembuhkan orang-orang sakit, menghibur orang-orang yang menderita, dan mengusir setan-setan. Namun untuk mampu seperti para murid tersebut, dari kita dibutuhkan sikap terbuka, rendah hati, dan tidak sombong. Sikap sombong membuat kita buta terhadap Allah, karena menutupi pikiran kita terhadap kebenaran dan kebijaksanaan Allah. Dan obat untuk melawan kesombongan adalah sikap rendah hati. Sebagaimana kesombongan merupakan akar dosa dan kejahatan, kerendahan hati merupakan tanah subur di mana rahmat Allah berakar. “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati” (Yak 4:6).

 

(MS)