SABDA, Senin, 4-12-2017 IMAN YANG MENYEMBUHKAN

BACAAN

Yes 2:1-5 – “Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan damai abadi Allah”
Mat 8:5-11 – “Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga”

 

RENUNGAN

  1. Siapakah perwira Romawi itu? Ia adalah seorang asing, bukan Yahudi. Kepada Yesus, ia menyampaikan bahwa hambanya sakit lumpuh dan sangat menderita. Keadaan tersebut sudah cukup bagi dia untuk menyampaikannya kepada Yesus. Sebuah sikap yang penuh percaya dan pasrah kepada-Nya.
  2. Yesus tidak hanya menerima dengan hangat perwira tersebut, tetapi juga memuji dia. Di mata Yesus, perwira itu seorang yang luar biasa karena tiga hal: a) Ia berani datang kepada Yesus, dan mohon belas kasihan untuk hambanya. Perwira itu berani menanggung resiko diejek dan ditertawakan oleh kroni-kroninya dan oleh orang-orang Yahudi yang membenci penjajah asing, karena ia menemui Yesus orang Galilea. b) Perwira itu mengasihi hambanya (=budaknya). Di dunia Romawi, budak diperlakukan seperti binatang, bukan sebagai manusia. Tidak demikian dengan perwira tersebut; ia mengasihi budaknya. c) Ia memiliki iman kepada Yesus dan merendahkan diri dengan kata-kata: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Ia percaya dan mengandalkan Yesus.
  3. Karena iman dan kerendahan hati perwira tersebut, Yesus menanggapi: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Perwira itu kagum terhadap Yesus karena menjawab kerinduannya dan Yesus kagum terhadap perwira itu karena imannya. Yesus mengatakan: “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.”
  4. Ketika kita akan menyambut Komuni Suci, kita mengatakan: “Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang kepada saya, tetapi berkatalah saja maka saya akan sembuh,” menggemakan kata-kata perwira yang minta penyembuhan untuk hambanya. Kata-kata sebelum menerima Komuni tersebut mengungkapkan ketidakpantasan kita untuk menerima Tuhan di dalam hati kita, sekaligus minta agar kita disembuhkan dari dosa-dosa kita. Seperti Tuhan mengabulkan permintaan seorang perwira tersebut, kini Tuhan pun akan mengabulkan permintaan kita.
  5. Apa kekaguman Tuhan atas diri Anda?

 

(MS)