SABDA, Rabu 29-11-2017, SETIA KEPADA KRISTUS SAMPAI AKHIR

BACAAN

Dan 5:1-6.13-14.16-17.23-28 – “Tampaklah jari-jari tangan manusia yang menulis pada dinding”
Luk 21:12-19 – “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini berbicara tentang penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Ketika bersama para muridNya, Yesus sering mengingatkan bahwa mereka akan ditangkap, disiksa dan dibunuh karena nama Yesus. Ketika terjadi penyiksaan, “semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang jaman baru” (Mark 13:8). Tidak ada alasan untuk takut, melainkan harus bersuka cita karena dalam iman, kita memiliki pengharapan.
  2. Penindasan tidak perlu menjadi hal yang fatal atau alasan untuk putus asa, tetapi menjadi saat untuk bersaksi tentang kabar gembira. Yang dibutuhkan adalah keteguhan hati sebagai pengikut Kristus, selanjutnya “Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.” Karena kita “menerima kuasa” (Kis 1:8) dari Tuhan.
  3. Perlakuan kejam terhadap pengikut Kristus tidak hanya datang dari luar, tetapi bahkan dari keluarga sendiri. Hal ini terjadi karena dalam keluarga tersebut ada yang menerima Kabar Sukacita dan menolaknya. Karena menjadi pengikut Kristus, maka ia diusir dari keluarganya dan tidak mendapatkan hak waris. Bahkan membunuh pengikut Kristus adalah halal.
  4. Dalam situasi sulit tersebut, Kristus adalah satu-satunya pengharapan: “Tdk sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.” Tuhan juga menguatkan: “Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya” (Luk 9:24).
    5.Kita mohon rahmat kesetiaan dalam Kristus sampai akhir hidup kita.

 

(MS)