SABDA, Minggu Biasa XXIX 22-10-17, KEWAJIBAN KITA: SETIA KEPADA NEGARA DAN SETIA KEPADA ALLAH

BACAAN

Yes 45:1.4-6 – “Aku memegang tangan Koresh, supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya”
1Tes 1:1-5b – “Kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu”
Mat 22:15-21 – “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”

 

RENUNGAN

  1. Dalam Injil hari ini, orang-orang Parisi dan Herodian bertanya kepada Yesus apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar. Pertanyaan yang penuh akal bulus yang membelah pendapat umum, dan bertujuan ingin menyalahkan Yesus dan memperlemah pengaruh Yesus di antara orang-orang Yahudi.
  2. Ay 15-17 – Pertanyaan orang-orang Parisi dan Herodian. Orang-orang Parisi dan Herodian adalah para penguasa lokal yang tidak populer di Galilea. Mereka memutuskan telah tiba waktunya untuk membunuh Yesus (Mt 12:14; Mk 3:6). Atas perintah para imam dan tua-tua, mereka bertanya kepada Yesus apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar. Pertanyaan yang penuh akal bulus dan kebencian. Mereka berusaha menjebak Yesus dan menuduh Dia. Jika Yesus menjawab: membayar, mereka akan menuduh Dia bahwa Ia menjadi sahabat penjajah. Bila Ia menjawab tidak, mereka akan menuduh Dia sebagai subversif. Dan semuanya berakhir pada kematian Yesus.
  3. Ay 21a – Jawaban Yesus: tunjukkan kepada-Ku sekeping mata uang logam. Yesus sadar akan tipu daya dan kemunafikan mereka. Yesus tidak membuang-buang waktu dan langsung pada inti pertanyaan: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Mereka menjawab: “Gambar dan tulisan kaisar.”
  4. Ay 21b – Kesimpulan Yesus: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
  5. Kita ini warga dari dua kerajaan, yaitu warga sebuah Negara dan warga negara Kerajaan Allah. Keduanya membutuhkan kesetiaan tertentu dari kita. Apa yang diselenggarakan oleh negara untuk kepentingan umum, membutuhkan partisipasi rakyatnya, antara lain dengan membayar pajak. Kepada pemimpin negara kita harus hormat dan mengikuti semua peraturan yang ada, berani menyuarakan kebenaran, kejujuran, dan bertanggung jawab.
  6. Apa saja yang kita punyai adalah pemberian Allah. Kepada Dia kita harus memberikan ketaatan tertinggi. Dan sebagai umat-Nya kita dituntut kesetiaan sempurna sampai akhir.
  7. Kita mohon rahmat Tuhan agar mampu menjalankan kewajiban kita terhadap negara dan kewajiban terhadap Allah.

 

(MS)