SABDA, Selasa 10-10-2017, ORA ET LABORA

BACAAN

Yun 3:1-10 – ”Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan Tuhan menaruh belas kasih”
Luk 10:38-42 – “Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani”

 

RENUNGAN

  1. Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus singgah di rumah sahabat-Nya yang bernama Lazarus, Marta, dan Maria yang terletak di Betania (Yoh 11:1), dekat Yerusalem.
  2. Marta bertindak sebagai tuan rumah yang baik: “Ia sibuk sekali melayani”, sedangkan “Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.” Maria telah memelihara iman melalui mendengarkan, seperti dikatakan Rasul Paulus: “Iman timbul dari mendengarkan Firman” (Rom 10:17). Marta ditegur Yesus karena terlalu sibuk dengan urusan menjamu tamu dan tidak memperhatikan tamunya, yaitu Yesus.
  3. Masalah yang dihadapi Marta bukan karena ia sibuk, melainkan karena ia terlalu cemas dan kacau pikirannya. Dengan situasi seperti itu, Marta tak sempat beramah tamah dengan Yesus. Bahkan ia merusak keramahtamahan yang terjadi dengan mencoba mempermalukan Maria di depan Yesus. Kecemasan Marta menghalangi untuk hadir di depan Yesus. Ia telah kehilangan saat yang teramat penting, yaitu mendengarkan Sabda. Maka kepada Maria, Yesus mengatakan: “Hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” Yang dibutuhkan Marta adalah menerima kehadiran Yesus yang penuh rahmat dan mendengarkan SabdaNya.
  4. Orang jaman sekarang mengukur diri dengan sibuk kerja, kerja, dan kerja. Hasil yang diperoleh adalah cemas, kekacauan dan stress. Bagi orang beriman: menerima Sabda harus menjadi bagian terpenting. Sabda mendasari kerja dan seluruh aktifitas kehidupan. Melayani tanpa diperkaya oleh Sabda, seperti orang mengharapkan buah yang baik yang berasal dari pohon yang tercerabut akarnya. Banyak aktivis Gereja telah jauh dari Sabda, Doa dan Sakramen. Orang seperti ini tidak akan menuai apa-apa. “Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Hib 11:6). Maka sangat perlu mengambil waktu cukup untuk istirahat bersama Tuhan dengan membaca Kitab Suci dan merenungkannya, berdoa secara pribadi, ke gereja untuk mengikuti Ekaristi. Akan lebih baik kalau sekali waktu ikut retret untuk beberapa hari dengan meninggalkan segala kesibukan. Sumber kekuatan hidup jangan pernah kita lupakan.

 

(MS)