KERAHIMAN ALLAH BAGI SEMUA ORANG; Tugas Para Imam: Menyampaikan Kerahiman Tuhan, Khususnya Kepada Para Pendosa

Untuk siapa kerahiman Allah? Untuk semua orang, khususnya untuk mereka yang dosa-dosanya paling besar. Allah menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua (Rom 11:32), tetapi Allah hanya akan menyampaikan kerahiman-Nya kepada mereka yang terbuka terhadap kerahiman-Nya. Kita semua adalah pendosa yang membutuhkan kerahiman Tuhan, berbalik kepada kerahiman dan menerima kerahiman-Nya. Kata-kata Tuhan terhadap Suster Faustina merupakan panggilan yang begitu kuat untuk berdoa bagi para pendosa. Khusus bagi para imam agar menyampaikan kerahiman Tuhan melalui khotbah, pengajaran dan tulisan. Bagi jiwa-jiwa yang berdosa dan menyesal, Yesus adalah kerahiman itu sendiri.

Tuhan mendesak kita semua, khususnya para imam, untuk merangkul para pendosa, membantu mereka untuk bertobat dan kembali kepada kerahiman Allah, tidak dengan kemarahan tetapi dengan belas kasih.

Inilah Kabar Gembira Kerahiman Allah yang disampaikan Yesus kepada Suster Faustina untuk diteruskan kepada jiwa-jiwa yang malang:

206    “Himpunlah semua orang berdosa dari seluruh dunia dan benamkanlah mereka di dalam lubuk kerahiman-Ku. Aku akan memberikan diri-Ku sendiri kepada jiwa-jiwa itu … Pada hari Pesta Kerahiman, engkau harus menjelajah seluruh dunia dan membawa jiwa-jiwa yang layu ke mata air kerahiman-Ku. Aku akan menyembuhkan dan menguatkan mereka.”

378    “Kalaupun dosa-dosa suatu jiwa tampak hitam seperti malam kelam, apabila pendosa itu berpaling kepada kerahiman-Ku, ia akan mempersembahkan pujian yang paling besar kepada-Ku, dan ia merupakan mahkota kemuliaan untuk sengsara-Ku.”

379   “Jiwa-jiwa yang meminta pertolongan kepada kerahiman-Ku, dan yang memuliakan serta memaklumkan kerahiman-Ku yang besar, pada saat kematiannya akan Kuperlakukan sesuai dengan kerahiman-Ku yang tak terbatas.”

1146  “(Biarlah) para pendosa yang paling jahat menaruh harapan mereka pada kerahiman-Ku. Lebih dari semua orang lain, mereka memiliki hak untukmengharapkan samudra kerahiman-Ku. … Aku tidak dapat menghukum para pendosa, juga pendosa yang paling jahat, kalau ia mengajukan permohonan kepada kemurahan-Ku; sebaliknya, Aku akan menyelamatkan dia berkat kerahiman-Ku yang tak terbatas dan tak terselami. … Dia yang tidak mau masuk melalui pintu kerahiman-Ku harus masuk melalui pintu keadilan-Ku.”

1182  “ … Putri-Ku, tulislah bahwa semakin besar kepapaan suatu jiwa, makin besarlah haknya untuk memperoleh kerahiman-Ku; (desaklah) semua jiwa untuk percaya akan lubuk kerahiman-Ku yang tak terpahami sebab Aku ingin menyelamatkan semua orang. Pada salib, sumber kerahiman-Ku dibuka lebar-lebar bagi semua jiwa oleh tikaman tombak – tidak satu jiwa pun dikucilkan.”

1275  “Juru tulis-Ku, tulislah bahwa Aku lebih murah hati terhadap orang-orang berdosa daripada terhadap orang-orang benar. Demi keselamatan merekalah Aku turun dari surga; demi keselamatan merekalah Darah-Ku ditumpahkan. Semoga mereka tidak takut menghampiri Aku; merekalah yang paling membutuhkan kerahiman-Ku.”

1396  “ … Katakanlah kepada jiwa-jiwa yang berdosa supaya jangan takut menghampiri Aku; katakan kepada mereka bahwa kerahiman-Ku sangat besar.”

1397  “Hilangnya setiap jiwa menenggelamkan Aku ke dalam kesedihan yang menyayat hati. Engkau selalu menghibur Aku setiap kali engkau mendoakan orang-orang berdosa. Doa yang paling menyenangkan hati-Ku adalah doa untuk bertobatnya orang-orang berdosa. Ketahuilah, Putri-Ku, bahwa doa semacam ini selalu didengarkan dan dijawab.”

1485  “Jangan takut akan Juru Selamatmu, hai jiwa yang berdosa. Akulah yang pertama mengayunkan langkah untuk datang kepadamu karena Aku tahu bahwa dari dirimu sendiri engkau tidak mampu beranjak kepada-Ku. Hai anak, jangan lari jauh-jauh dari Bapamu; siaplah untuk berbicara terus terang dengan Allahmu yang maharahim yang ingin mengucapkan kata-kata pengampunan dan melimpahkan rahmat-Nya atas dirimu. Betapa Aku sangat mengasihi jiwamu! Aku telah mengukir namamu pada tangan-Ku; laksana luka yang parah, engkau tergores di dalam hati-Ku.”

1520  “Aku telah membuka Hati-Ku sebagai mata air kerahiman yang terus mengalir. Biarlah semua jiwa menimba kehidupan dari mata air ini. Biarlah mereka menghampiri samudra kerahiman ini dengan pengharapan yang teguh. Orang-orang berdosa akan memperoleh pengampunan, dan orang-orang benar akan diteguhkan dalam kebaikan. Barangsiapa mengandalkan kerahiman-Ku, pada saat kematiannya ia akan dipenuhi dengan damai ilahi-Ku.”

1521  “Putri-Ku, jangan lelah memaklumkan kerahiman-Ku. Dengan cara ini, engkau akan menyegarkan Hati-Ku yang bernyala-nyala dengan api belas kasih bagi orang-orang berdosa.”

1665  “Engkau menyaksikan kerahiman-Ku terhadap orang-orang berdosa; pada saat ini kerahiman-Ku sedang dinyatakan dengan segala kekuatannya. Lihatlah, betapa sedikitnya yang telah engkau tulis mengenai hal ini; itu barulah satu titik kecil. Lakukanlah apa yag ada dalam kuasamu, supaya orang-orang berdosa mulai mengenal kebaikan-Ku.”

Bagi setiap orang yang membaktikan diri kepada Tuhan dengan berdevosi kepada Kerahiman Ilahi, sudah sepantasnya menjadi saluran rahmat kerahiman Allah bagi semua orang, khususnya jiwa-jiwa yang malang karena dosa-dosa mereka. Maka para devosan harus berusaha untuk memiliki spirit kerahiman Allah; dengan kata lain, kerahiman Allah harus menjadi way of life. Hanya dengan cara demikian, maka kerahiman Allah bisa disampaikan kepada semua orang.

Green Lake City, 4 Oktober 2017