SABDA, Selasa 3-10-2017, KETAATAN YESUS TERHADAP KEHENDAK BAPA-NYA

BACAAN

Za 8:20-23 – “Banyak bangsa akan datang mencari Tuhan di Yerusalem”
Luk 9:51-56 – “Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem”

 

RENUNGAN

  1. Yesus mengarahkan pandangan ke Yerusalem. Tindakan yang simpel, tetapi mengungkapkan maksud hati-Nya, kecenderungan jiwa-Nya dan ketetapan kehendak-Nya, yaitu seutuhnya melaksanakan kehendak Bapa ke mana Bapa menghendaki. Ia taat total: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk 22:42).
  2. Ketika hendak melalui Samaria, Yesus ditolak oleh para pemimpin setempat. Ini merupakan rintangan. Bila Yesus mau, Dia bisa mengurungkan niatnya ke Yerusalem. Kalau mau, Yesus bisa melawan orang-orang Samaria lewat Yohanes dan Yakobus dengan membumi hanguskan Samaria. Tetapi Yesus memilih berbelok melalui desa-desa lain untuk pergi ke Yerusalem.
  3. Dengan pergi ke Yerusalem berarti Yesus siap mengalami penyiksaan brutal dan mati di kayu salib. Saat yang paling berat bagi Yesus ialah saat Ia merasa ditinggalkan Bapa-Nya ketika dalam pergulatan sakratul maut. Pada saat itulah Ia mengalami kegelapan dan seolah terpisah dari Bapa-Nya. Maka Ia hanya dapat mengeluh: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku” (Mat 27:46).
  4. Dari bacaan Injil hari ini, kita belajar tentang ketaatan dari Yesus. Dalam doanya di taman Getsemane, kita diingatkan bahwa Yesus menyingkirkan keinginan-Nya sendiri dan hanya taat pada kehendak Bapa-Nya. Bagaimana ketaatan imanku?

 

(MS)