SABDA, Selasa 5-9-2017 DALAM YESUS, KITA MENJADI DIRI SENDIRI

BACAAN

1Tes 5:1-6.9-11 – “Kristus telah wafat untuk kita, agar kita hidup bersama Dia”
Luk 4:31-37 – “Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah”

 

RENUNGAN

  1. Dalam Injil hari ini (Lk 4:31-37) kita melihat kekaguman orang-orang karena cara Yesus mengajar dan menyembuhkan orang yang kerasukan roh jahat.
  2. Ay 31 – “Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.” Penginjil Matius mengatakan bahwa Yesus tinggal di Kapernaum (Mt 4:13). Dengan tinggal di Kapernaum, memudahkan kontak dengan orang-orang setempat dan memudahkan penyebaran Kabar Baik.
  3. Ay 32 – Kekaguman orang-orang terhadap pengajaran Yesus. Hal pertama yang dirasakan orang-orang ialah bahwa Yesus mengajar dengan cara yang berbeda. Ia menciptakan hatinurani yang kritis di antara penduduk Kapernamun sehubungan dengan para penguasa keagamaan. Bukan masalah isi pengajaran yang membuat mereka kagum, tetapi cara Ia mengajar: “perkataan-Nya penuh kuasa.” Penginjil Markus menulis: “Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat” (Mk 1:22). Para ahli kitab mengajar dengan mengutip Hukum dan ajaran yang sudah ada. Tidak demikian dengan Yesus. Ia berbicara berdasarkan pengalaman-Nya akan Allah dan hidup pribadi-Nya.
  4. Ay 33-35 – Yesus berperang melawan kuasa jahat. Mukjijat pertama ialah mengusir kuasa jahat. Kuasa jahat merasuki orang-orang. Yesus memulihkan mereka menjadi diri mereka sendiri, memulihkan kesadaran dan kebebasan mereka. “Diam, keluarlah dari padanya!” Sekarang ini banyak orang terasing dari diri mereka sendiri, karena dikuasai oleh sarana-sarana komunikasi (HP), dikuasai oleh propaganda organisasi tertentu. Mereka menjadi terasing terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Mereka kehilangan jati diri. Sangatlah sukar mengusir kekuatan ini dan memulihkan mereka menjadi diri mereka sendiri.
  5. Ay 36-37 – Yesus tidak hanya berbeda dalam cara Ia mengajar tentang Allah, tetapi ada aspek lain yang membuat orang-orang kagum adalah kuasa-Nya terhadap roh-roh jahat: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” Yesus telah membuka jalan sehingga orang dapat menempatkan diri di hadapan Allah dan menerima berkat-berkat yang dijanjikan kepada Abraham.
  6. Yesus membuat orang-orang kagum dan heran. Apakah aku, keluargaku, lingkunganku, parokiku menjadikan orang-orang sekitar menjadi kagum?
  7. Orang sekarang kecanduan HP, sehingga komunikasi antar pribadi sangat minim. Orang saling acuh tak acuh dan terasing. Bagaimana Anda dapat membantu mereka untuk mengatasi hal tersebut, sehingga mereka menjadi diri mereka sendiri?

 

(MS)