SABDA, Sabtu, 2-9-2017, GAMBARAN ALLAH YANG BENAR HANYA ADA DALAM YESUS

SABDA

1Tes 4:9-11 – “Kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah”
Mt 25:14-30 – “Karena engkau setia memikul tanggung-jawab dalam perkara kecil, masuklah ke dalam kebahagiaan tuanmu”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini menyampaikan perumpamaan tentang talenta. Maksud perumpamaan: hendaknya kita bertindak agar Kerajaan Allah tumbuh. Masing-masing dari kita menerima pemberian dan kharisma dari Allah, sehingga kita bisa saling belajar bagaimana menumbuhkan Kerajaan Allah.
  2. Ay 14-15 – Sebelum tuan itu pergi, ia memberi lima, dua, dan satu talenta menurut kemampuan masing-masing orang. Satu talenta sama dengan 34 kg emas. Jumlah yang tidak sedikit. Orang tidak tahu untuk maksud apa tuan itu mempercayakan uangnya kepada hamba-hambanya.
  3. Ay 16-18 – Dua orang yang pertama bekerja dan mampu melipatgandakan uangnya, tapi yang terakhir menyembunyikan uangnya sehingga uang itu tidak hilang. Setiap orang menerima talenta dari Tuhan, tetapi tidak semua orang menanggapi dengan cara yang sama.
  4. Ay 19-23 – Sesudah waktu yang lama, tuan itu kembali. Dua hamba yang pertama mengatakan hal yang sama: “Tuan, lima/dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima/dua talenta.” Tuan itu memberi tanggapan yang sama: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggungjawab dalam perkara besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
  5. Ay 24-25 – Orang ketiga menuduh si tuan itu kejam, maka ia menyembunyikan uangnya dan mengembalikannya kepada tuan itu. Dari hamba yang ketiga ini, kita dihadapkan gambaran Allah yang keliru yang dikritik oleh Yesus. Hamba itu memikirkan Allah sebagai tuan yang kejam. Di hadapan Allah yang demikian, orang menjadi takut. Orang yang demikian sebenarnya tidak percaya kepada Allah, tetapi hanya percaya kepada dirinya sendiri dan kemampuannya dalam menjalankan Hukum. Ia memisahkan diri dari Allah dan tidak mau terlibat dengan orang lain. Allah yang dipahami sebagai kejam mengucilkan orang, mematikan komunitas, mengakhiri sukacita dan mempermiskin kehidupan.
  6. Ay 26-27 – Hamba yang ketiga dihukum bukan oleh Allah, tetapi oleh gambaran yang salah tentang Allah yang membuat dia takut dan tidak bertanggungjawab.
  7. Ay 28-30 – Tuan itu memerintahkan untuk mengambil talenta dari dia dan memberikannya kepada orang yang memiliki sepuluh talenta. Yang dimaksud dengan talenta adalah kasih, pelayanan, dan berbagi; segala sesuatu yang membantu kita untuk menumbuhkan dan menyatakan kehadiran Allah. Seseorang yang tidak memikirkan dirinya sendiri dan memberikan diri untuk orang lain, akan menerimanya kembali dengan cara yang tidak disangka-sangka. Setiap orang yang kehilangan hidupnya akan memperolehnya. Bagaimana dengan Anda?

 

(MS)