SABDA, Selasa, 22-8-2017 MENGIKUTI CARA HIDUP YESUS AKAN MENUNTUN KEPADA KEHIDUPAN KEKAL

BACAAN

Hak 6:11-24a –Gideon, engkau akan menyelamatkan Israel. Ketahuilah Aku yang mengutus engkau
Mat 19:23-30 – “Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga”

 

RENUNGAN

  1. Sesudah mendengarkan kisah sedih seorang muda kaya yang tidak siap menerima undangan untuk menjadi seorang murid, Yesus memberi tanggapan.
  2. Ay 23-24 – Yesus berkata: “Sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. … lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Hal tersebut mau mengatakan sesuatu yang mustahil. Mustahil bagi pemuda kaya tadi masuk dalam Kerajaan Allah. Ia egois dan tidak memiliki belas kasih. Dalam hidupnya hanya ada kekayaan dan ia tidak mau berbagi kepada orang-orang miskin dan melayani mereka.
  3. Ay 25-26 – Para murid heran bahwa seorang yang kaya tidak bisa masuk surga. Padahal, pandangan waktu itu, ia kaya karena diberkati Tuhan, dan orang miskin karena dikutuk oleh Tuhan. Para murid gagal paham terhadap kata-kata Yesus: “pergi, juallah semua milikmu, berikanlah kepada orang miskin dan kemudian datanglah dan ikutlah Aku!” Kalau mereka memahami , mereka tidak akan heran dengan permintaan Yesus tersebut. Ketika kekayaan menguasai hati, maka seseorang tidak akan mengerti gaya hidup menurut Injil. Tuhan sendiri yang dapat membantu. “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Supaya mungkin, maka kita dituntut untuk mengikuti cara hidup Yesus.
  4. Ay 27 – “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Walaupun mereka telah meninggalkan sesuatu, namun, ternyata, mereka masih memiliki mentalitas lama: meninggalkan sesuatu agar memperoleh imbalannya. Mereka tetap belum mengerti arti mengikuti Yesus.
  5. Ay 28-30 – Jawaban Yesus: “ … kamu yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas duabelas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang meninggalkan rumahnya, saudaranya … akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.” Dalam jawaban ini, Yesus menggambarkan dunia baru. Yesus menekankan tiga pokok: a) Para murid akan duduk di atas takhta kemuliaan Allah untuk menghakimi kedua belas suku Israel. b) Sebagai ganti dari apa yang mereka tinggalkan, mereka akan menerima banyak hal termasuk kehidupan kekal. c) Dunia yang akan datang kebalikan dari dunia sekarang. Orang-orang yang percaya kepada Yesus dan mengikuti cara hidup-Nya merupakan biji untuk dunia baru tersebut.
  6. Hidup dengan mengikuti jalan Yesus sebenarnya sederhana: hidup demi kebaikan dan keselamatan orang lain. Siapa pun mereka. Hal ini berarti: berbagi, memberi perhatian, membantu, berpihak dan tanpa pamrih, apalagi demi mendapat imbalan. Bagaimana dengan Anda?

 

(MS)