SABDA, Minggu Biasa XX, 20-8-17 PENTINGNYA TANTANGAN, KESULITAN BAHKAN KEGAGALAN DALAM PROSES PENDEWASAAN IMAN

BACAAN

Yes 56:1.6-7 – “Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan”
Mt 15:21-28 – “Hai ibu, sungguh besar imanmu”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini bercerita tentang seorang wanita Kanaan yang datang kepada Yesus dan memohon belaskasihan untuk anaknya perempuan yang kerasukan setan dan sangat menderita. Oleh orang-orang Yahudi, penduduk Kanaan dikenal sebagai orang-orang yang penuh dosa, jahat, dan penyembah berhala atau kafir, namun si wanita tersebut percaya kepada Yesus.
  2. Ay 21-22 – Dalam perjalanan Yesus ke Tirus dan Sidon, ada seorang perempuan dari Kanaan datang dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita” (ay 21). Penyebutan “Anak Daud” menyatakan bahwa perempuan tersebut mempunyai iman dan kepercayaan bahwa Yesus adalah Penyelamat. Hal ini dinyatakan oleh Yesus sendiri: “Hai ibu, besar imanmu” (ay 28).
  3. Ay 23-26 – “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Dari tanggapan Yesus ini, jelas ada jarak antara umat Israel dan orang bukan-Israel. Dalam permohonan pertama: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud,” Yesus sama sekali tidak menanggapi (ay 23). Ketika para murid menyela agar Yesus mendengarkan permintaan wanita itu, Yesus menekankan: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi ketika perempuan itu menyembah dan memohon, Yesus berkata: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Perempuan itu menyadari bahwa rencana Allah diperuntukkan bagi umat pilihan. Itu prioritas Yesus. Namun wanita tersebut merasa berhak juga untuk mengalami keselamatan.
  4. Ay 27-28 – Sadar akan prioritas Yesus, perempuan tersebut semakin mendesak: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Perempuan itu merasa tidak layak untuk menerima keselamatan, tapi ia mendesak agar boleh mengalami keselamatan. Dengan penolakan-penolakan tersebut, sebenarnya, Yesus menguji iman si wanita tersebut. Dan ia lulus dalam pengujian iman. Yesus berkata: “Hai ibu, besar imanmu.” Karena iman, maka apa yang ia mohon dikabulkan.
  5. Si wanita tersebut telah menunjukkan ketekunan, keyakinan dan ketangguhan dalam memohon. Ia tahu apa yang ia inginkan dan ia percaya bahwa Yesus bisa membantunya. Bagaimana iman Anda ketika menghadapi banyak tantangan dan kesulitan, apalagi kegagalan? Semakin kokoh kuat atau malah menjadi redup, bimbang dan ragu?

 

(MS)