SABDA, Kamis, 3-8-2017, MENYIAPKAN HIDUP MENYONGSONG AKHIR ZAMAN

BACAAN

Kel 40:16-21.34-38 – “Awan menutupi Kemah Pertemuan dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci”
Mt 13:47-53 – “Ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang”

 

RENUNGAN

  1. Ay 47-48 – Perumpamaan tentang pukat yang dilabuhkan di laut. Perumpamaan ini sangat dikenal oleh orang-orang Galilea yang hidup di sekitar danau. Kisah ini menunjukkan dengan jelas kegiatan akhir sebuah hari. Para nelayan melaut hanya dengan satu tujuan: menebarkan pukat, menangkap banyak ikan, menyeret pukat ke pantai dan memilih ikan yang baik untuk dibawa pulang dan membuang ikan-ikan yang tidak baik. Para nelayan senyum puas ketika mendengarkan pengajaran Yesus. Suatu hal yang buruk ketika mereka tidak mendapatkan ikan satu pun (Yoh 21:3).
  2. Ay 49-50 – Penerapan. Yesus mendorong para pendengar-Nya untuk berpikir bagaimana menerapkannya dalam kehidupan mereka: “Demikianlah juga pada akhir jaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam tanur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” Tanur api: tempat dicampakkannya orang yang memisahkan diri dari Allah atau orang yang acuh tak acuh terhadap Allah. Tuhan tidak pernah ingin menghukum dan mencampakkan seseorang. Ia menghendaki “supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh 10:10). Kita sendiri yang menghukum diri sendiri dengan memisahkan diri dari Allah.
  3. Ay 51-53 – Akhir perumpamaan: “Mengertikah kamu semuanya itu? Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.” Yesus menghendaki agar komunitas orang-orang beriman mengerti tentang Kerajaan Allah dan menyampaikannya kepada orang-orang beriman lainnya. Sayang sekali, para ahli Taurat tidak mau terbuka dan percaya kepada Yesus. Maka mereka tidak memiliki hidup, apalagi hidup yang berkelimpahan. Bagaimana komunitas/lingkungan Anda?

 

(MS)