SABDA, Selasa, 11-7-2017 BUTA, TULI, DAN BISU SECARA BATIN

BACAAN

Kej 32:22-32 – “Namamu selanjutnya adalah Israel, sebab engkau bergumul melawan Allah dan engkau menang”
Mat 9:32-38 – “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini terdiri dari 2 kejadian: (1) Penyembuhan seorang bisu yang kerasukan setan (Mt 9:32-34), dan (2) ringkasan aktivitas Yesus (Mt 9:35-38).
  2. AY 32-33A – Penyembuhan seorang bisu. Penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus ditujukan tidak hanya melawan penyakit phisik, tetapi juga melawan kejahatan jiwa yang berupa tekanan-tekanan batin dari para pemimpin keagamaan yang mengajarkan bahwa penyakit merupakan penghukuman dari Allah. Yesus melakukan kebalikannya. Yesus menerima orang tersebut dengan lemah lembut, dan penyembuhan dikaitkan dengan penerimaan orang tersebut ke dalam komunitas untuk mengalami hidup dalam persaudaraan.
  3. Ay 33b-34 – Dua tanggapan terhadap penyembuhan seorang bisu. Pertama, orang banyak kagum: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Kedua, orang-orang Parisi menanggapi dengan penuh curiga dan kebencian: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”
  4. Ay 35 – Tiada hentinya Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Ia menerima orang-orang dengan penuh kelembutan dan menyembuhkan penyakit-penyakit mereka.
  5. Ay 36 – “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati-Nya oleh belaskasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” Mereka yang seharusnya menjadi gembala namun bukanlah gembala; mereka tidak memperhatikan para kawanan domba. Di tengah situasi itu, Yesus bertindak sebagai gembala (Yoh 10:11-14). Di tengah mereka yang lapar, Yesus memberi mereka roti: mereka seperti domba yang tidak memiliki seorang gembala (Mat 15:32).
  6. Ay 37-38 – Yesus meneruskan kepada murid-murid-Nya tentang keterlibatan dan belaskasihan dalam diri-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunyai tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
  7. Orang- orang Parisi adalah orang yang sebenarnya buta, bisu dan tuli secara batin. Mereka buta karena tidak mau melihat Allah dalam karya-karya Yesus. Mereka tuli karena tidak mau mendengarkan apa yang Ia katakan. Dan mereka bisu karena mereka tidak mau berbicara tentang kehidupan yang dibawa oleh Yesus. Bagaimana aku?

 

(MS)