SABDA, Jumat, 30-6-2017, YESUS MENYEMBUHKAN SEORANG KUSTA

BACAAN

Kej 17:1.9-10.15-22 – “Setiap laki-laki di antaramu harus disunat sebagai tanda perjanjian”
Mat 8:1-4 – “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”

 

RENUNGAN

  1. Ay 1-2 – “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Seorang kusta datang kepada-Nya. Bagi dia: Yesus adalah satu-satunya harapan. Dengan datang kepada Yesus, ia menunjukkan imannya kepada Allah. Ia seorang yang disingkirkan masyarakatnya karena sakitnya tersebut. Siapa pun yang menyentuh dia maka akan ikut menjadi najis. Dengan melanggar norma-norma agama, si kusta tersebut memiliki keberanian yang besar, agar supaya bisa mendekat Yesus tanpa takut dicerca masyarakatnya.
  2. Ay 3 – Yesus menjamah dia dan berkata: Aku mau. Jadilah tahir. Tersentuh oleh belaskasihan, Yesus menyembuhkan 2 penyakit sekaligus: a) menyembuhkan dia dari ketersingkiran. Yesus tidak takut menjadi najis karena menyentuh orang itu. Dengan menjamah orang itu maka Yesus menerima dia sebagai seorang saudara; b) menyembuhkan penyakit kusta dengan mengatakan: Aku mau! Jadilah tahir! Dengan demikian, agar supaya bisa membantu orang yang tersingkirkan tersebut dan menyatakan wajah Allah secara baru, Ia melanggar norma-norma agama dan menyentuh si kusta. Agama yang membelenggu, masihkah pantas disebut agama?
  3. Ay 4 – Yesus memerintahkan orang itu pergi dan menunjukkan dirinya kepada imam, bahwa ia sudah sembuh. Yesus tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga menghendaki agar orang tersebut hidup bersama orang lain sebagai saudara dan terlibat dalam aktivitas komunitasnya.
  4. Apakah yang akan Anda lakukan, seandainya Anda mengalami problem besar seperti yang dialami oleh seorang kusta dalam Injil hari ini?

 

(MS)