SABDA, Senin, 29-5-2017 KUATKANLAH HATIMU, AKU TELAH MENGALAHKAN DUNIA

BACAAN

Kis 19:1-8 – “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?”
Yoh 16:29-33 – “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini masih sekitar Perjamuan Malam Terakhir. Suasana percakapan antara Yesus dengan para murid begitu akrab, walaupun dalam rangka perpisahan. Maka yang terjadi adalah antara kepedihan dan harapan. Hal ini yang dialami umat Kristen di Asia Kecil pada akhir abad pertama. Pertanyaan para murid adalah pertanyaan umat pada waktu itu. Mereka mendapatkan terang dan kekuatan berkat jawaban-jawaban Yesus.
  2. Ay 29-30: “Sekarang Engkau berkata-kata dengan terus terang.” Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku, dan kamu percaya bahwa Aku datang dari Bapa. Aku berasal dari Bapa dan datang ke dunia dan sekarang Aku meninggalkan dunia untuk pergi kepada Bapa. Mendengar pernyataan Yesus tersebut, para murid menjawab: “Sekarang Engkau berkata-kata dengan terus terang dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu.” Para murid berpikir bahwa mereka telah mengetahui segala sesuatu. Memang dari Yesus, mereka telah memperoleh cahaya untuk menerangi masalah mereka. Tetapi cahaya itu masih sangat kecil seperti biji yang masih harus tumbuh dan berkembang.
  3. Ay 31-32: “Kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.” Yesus bertanya kepada para murid: “Percayakah kamu sekarang?” Yesus mengenal betul para murid-Nya. Ia tahu bahwa dalam diri para murid masih banyak kekurangan untuk mengerti misteri Allah dan Kabar Baik Allah. Walaupun dalam diri para murid sudah ada cahaya, namun mereka masih harus menghadapi Penderitaan dan Kematian Yesus. Cahaya yang ada dalam diri mereka belum mencukupi untuk mengatasi kesukaran yang berat. Buktinya: ketika Yesus menghadapi Sengsara dan Wafat, mereka tercerai berai meninggalkan Yesus seorang diri. Namun Yesus tidak sendirian, karena Bapa bersama Dia. Hal ini menjadi kepastian bagi Yesus, dan juga bagi kita bahwa Allah beserta kita.
  4. Ay 33: “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Kalimat terakhir yang diucapkan Yesus tersebut telah mendahului kemenangan dan akan menjadi sumber damai dan kekuatan bagi para murid-Nya. Hanya dengan Salib kasih, Yesus mengalahkan dunia dan Setan. Dan para murid-Nya dipanggil untuk ambil bagian dalam perjuangan dan kemenangan. Untuk menjadi kuat, kita harus mampu mengatasi peperangan.
  5. Bagaimana aku telah menjaga “cahaya” dalam diriku supaya cahaya tersebut semakin besar dan menjadi kekuatan dalam menghadapi salib kehidupan?
  6. Doa: “Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan: ‘Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau’” (Mzm 16:1-2.5).

 

(MS)