NOVENA KERAHIMAN ILAHI HARI KETUJUH: KITA BERDOA BAGI JIWA-JIWA YANG SECARA KHUSUS MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN KERAHIMAN TUHAN

Permintaan Tuhan Yesus kepada Suster Faustina: “Hari ini, bawalah kepadaKu jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kerahiman-Ku, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa ini paling menderita karena menyaksikan Sengsara-Ku, dan mereka masuk paling dalam ke dalam Roh-Ku. Mereka adalah gambar yang hidup dari Hati-Ku yang maharahim. Dalam kehidupan yang akan datang, jiwa-jiwa ini akan bersinar dengan kecemerlangan istimewa. Tidak seorang pun dari mereka akan terjerumus ke dalam api neraka. Secara istimewa, Aku akan membela setiap orang dari mereka pada saat kematiannya” (BCH 1224).
Siapa yang dimaksud Tuhan Yesus dengan “jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kerahiman-Ku?” Pertama-tama adalah “Jiwa-jiwa yang menyebarkan penghormatan kepada kerahiman Ilahi … “ (BCH 1075). Mereka ini akan dilindungi seumur hidupnya. Pada saat kematiannya, Tuhan tidak akan tampil sebagai seorang Hakim bagi mereka, tetapi sebagai Juru Selamat yang maharahim. Kedua, “Jiwa-jiwa yang memperjuangkan kesempurnaan.” Dalam segala kekurangan dan dosa-dosanya, ia mengusahakan kesempurnaan, mengandalkan Tuhan, sesering mungkin minta pengampunan Tuhan, selalu bersandar pada Tuhan dan tidak perlu takut akan apa pun (BCH 1488). Ketiga, “jiwa-jiwa yang sempurna.” Jiwa yang sempurna: kata-katanya menyenangkan Hati Tuhan, selalu mengucap syukur, memiliki kasih yang murni dan menghayati cinta Tuhan, bertempur demi Kerajaan Tuhan guna menyelamatkan jiwa-jiwa, menerima Tuhan dalam Komuni Kudus setiap hari (BCH 1489).
Doa Faustina kepada Tuhan Yesus “Yesus yang maharahim, … terimalah ke dalam kediaman Hati-Mu yang maharahim jiwa orang-orang yang secara istimewa mengagungkan kerahiman-Mu dan menghormati keagungannya. … Jiwa-jiwa ini bersatu dengan Dikau dan memikul seluruh umat manusia pada bahu mereka. Jiwa-jiwa ini tidak akan dihakimi dengan kejam tetapi pada saat ajalnya, mereka akan direngkuh oleh kerahiman-Mu” (BCH 1225).
Kepada Allah Bapa, Faustina juga berdoa bagi mereka: “Bapa yang kekal, arahkanlah tatapan mata-Mu yang maharahim kepada jiwa-jiwa yang memuliakan dan menghormati sifat-Mu yang paling tinggi, yakni kerahiman-Mu yang tiada tara … Tunjukkanlah kerahiman-Mu kepada mereka sesuai dengan harapan dan kepercayaan mereka kepada-Mu. Dalam diri mereka, biarlah digenapi janji-janji Yesus bagi mereka … (BCH 1225).
Menurut Faustina, mereka ini adalah orang-orang yang selalu mengagungkan Tuhan, bersatu dengan Tuhan, memikul umat manusia pada bahu mereka, dan selalu berharap dan percaya kepada Tuhan. Mereka ini adalah Injil yang hidup di dunia ini.
Jiwa yang menghormati dan memuliakan kerahiman Tuhan tahu bahwa Yesus adalah tujuan akhir hidupnya (BCH 295). Tujuan hidupnya adalah Allah dan kebahagiannya adalah memenuhi kehendak-Nya (BCH 775).
Apakah kita, para devosan, sudah layak disebut sebagai jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kerahiman Tuhan seperti dimaksudkan oleh Novena Hari Ketujuh ini? Berdevosi kepada Kerahiman Ilahi tidak cukup hanya berdoa koronka, berdoa pada jam kerahiman, melakukan perbuatan belas kasih, atau memberi seminar kerahiman Ilahi, tetapi berani mengubah hidup secara total menjadi pribadi yang mengejawantahkan kerahiman Tuhan dalam kata, sikap dan tindakan.

 

(MS)