NOVENA KERAHIMAN ILAHI, HARI KEEMPAT: BERDOA BAGI MEREKA YANG TIDAK BERIMAN DAN YANG BELUM MENGENAL KRISTUS

Tuhan Yesus berkata kepada Suster Faustina: “Hari ini, bawalah kepada-Ku orang-orang yang tidak beriman dan mereka yang belum mengenal Aku. Dalam Sengsara-Ku yang pedih, Aku juga memikirkan mereka, dan semangat mereka di masa depan meneguhkan Hati-Ku. Benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku” (BCH 1216).
Sr. Faustina berdoa bagi mereka: “Ya Yesus yang Maharahim, Engkau adalah Terang seluruh dunia. Terimalah dalam hati-Mu yang maharahim jiwa orang-orang yang tidak beriman, yang belum mengenal Engkau. Biarlah sinar rahmat-Mu menerangi mereka sehingga mereka pun bersama kami, dapat mengagungkan kerahiman-Mu yang mengagumkan; dan jangan biarkan mereka tersingkir dari kediaman Hati-Mu yang Maharahim. … Bapa yang kekal, arahkanlah tatapan mata-Mu yang maharahim kepada jiwa orang-orang yang tidak beriman dan mereka yang belum menenal Engkau, tetapi sudah direngkuh dalam Hati Yesus yang Maharahim. Tariklah mereka kepada terang Injil. Jiwa-jiwa ini belum tahu betapa besarnya kebahagiaan orang yang mengasihi Engkau. Berikanlah rahmat-Mu kepada mereka, agar mereka pun dapat mengagungkan kerahiman-Mu yang mahamurah sepanjang segala abad. Amin” (BCH 1217).
Mereka belum beriman kepada Kristus karena berbagai hal, terutama karena tidak ada orang yang bersaksi kepada mereka tentang kerahiman Tuhan. “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Rom 10:17). Agar supaya orang mau mendengarkan Firman Tuhan diperlukan orang yang hidupnya sudah lulus dalam Firman. Kata dan tindakannya telah menampilkan kerahiman Tuhan.
Kedua, mereka tidak beriman kepada Kristus karena mereka terang-terangan menolak Kabar Gembira Kristus. Hal ini telah dibuat oleh bangsa Israel: “Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah” (Rom 10:21). Kesudahan mereka adalah kematian.
Ada sekelompok orang, yang mengatas-namakan Allah dan agama, yang telah bertindak sewenang-wenang, merasa diri paling benar, dan merasa penguasa sorga telah melakukan teror, mengancam, membakar dan membunuh. Mereka puas dan bangga atas perbuatannya itu. Tindakan mereka sangat bertentangan dengan sifat Allah yang maharahim, yang mengasihi semua orang tanpa kecuali. Allah mana yang mereka wakili dan mereka bela? Apakah Allah perlu dibela dan diwakili?
Belajar dari S. Faustina, kita tidak perlu membenci mereka namun harus mendoakan dan memohonkan pengampunan bagi mereka: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk 23:34). Pada perayaan Jumat Agung, dalam Doa Meriah, kita juga mendoakan mereka yang tidak percaya kepada Kristus. Sangat baik kalau kebiasaan ini kita buat setiap hari dengan membenamkan mereka dalam lautan kerahiman Tuhan, dengan harapan: mereka membuka hati dan mulai mengenal kebahagiaan sejati.
Yang dituntut dari kita adalah sikap rendah hati, mengampuni, dan berdoa bagi mereka. Apabila saatnya tepat, kita bersaksi bahwa Kristus telah bangkit mulia.

 

(MS)