SABDA, Senin, 10-4-2017, YUDAS: LAMBANG HATI YANG BUTA DAN SERAKAH

BACAAN

Yes 42:1-7 – “Ia tidak berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan”
Yoh 12:1-11 – “Biarkan Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku”

 

RENUNGAN

  1. Kita memasuki Minggu Suci. Minggu Paskah di mana Yesus mengadakan perjalanan dari dunia ini menuju Bapa (Yoh 13:1).
  2. Enam hari sebelum Paskah, Yesus pergi ke Betania ke rumah para sahabat-Nya: Marta, Maria dan Lazarus. Betania berarti Rumah Kemiskinan. Polisi mencari Yesus (Yoh 11:57) untuk membunuh-Nya (Yoh 11:50). Saat polisi mencari Yesus, Maria, Marta, dan Lazarus mengundang polisi itu ke rumah mereka dan mengajak makan. Cinta mengatasi ketakutan.
  3. Waktu makan, Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi yang sangat mahal, kemudian ia mengeringkan kaki Tuhan dengan rambutnya. Maria tidak berbicara selama peristiwa ini. Ia hanya bertindak. Dengan mencuci kaki, Maria menjadi seorang budak. Hal serupa akan dibuat Yesus pada Perjamuan Terakhir (Yoh 13:5).
  4. Yudas Iskariot mengkritik apa yang dibuat Maria. Ia menganggap tindakan Maria tersebut hanya buang-buang uang. Menurut dia, lebih baik uang untuk minyak wangi dipakai untuk membantu orang-orang miskin. Ia bertindak seolah-olah sebagai pahlawan kaum miskin, tetapi, sebenarnya, sebuah kedok saja untuk menutupi dirinya sebagai pencuri. Sebenarnya ia hanyalah seorang munafik yang memperkaya diri sendiri. Yang ia pikirkan hanyalah uang. Yesus membaca pikiran Yudas tersebut.
  5. Yesus membela Maria: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.” Yesus sadar bahwa hari-hari mendatang merupakan hari yang mengerikan bagi-Nya. Dengan tindakannya, Maria telah memberikan kasih yang besar kepada Yesus, kasih yang nyata yang diwujudkan dalam tindakan.
  6. Siapa yang dekat dengan Yesus: Maria atau Yudas? Walaupun Yudas telah mengikuti Yesus selama 3 tahun, ia berubah pikiran menjadi seorang munafik dan buta. Walaupun demikian, Yesus tetap mengasihi Yudas sampai akhir. Banyak orang tinggal bersama Yesus, bahkan memuji Dia, tetapi mereka tidak tahu siapa sebenarnya Yesus dan tidak melakukan kehendak-Nya (Mat 7:21).
  7. Menjadi sahabat Yesus sungguh berbahaya. Lazarus diancam untuk dibunuh karena hidup baru yang diterima dari Yesus. Lazarus hidup kembali merupakan bukti bahwa Yesus adalah Kristus, Mesias.
  8. Apakah kita siap mengikuti jalan Yesus sampai akhir hidup kita? Apakah kita berani mengampuni orang-orang yang melukai dan mengkhianati kita? Yesus akan memberi rahmat kepada kita agar kita mampu mengampuni , asal kita terbuka dan mohon kepada-Nya.

 

(MS)