SABDA, Jumat, 10-2-17, MESIAS HADIR DALAM DIRI YESUS

BACAAN

Kej 3:1-8 – “Kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat”
Mrk 7:31-37 – “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikanNya mendengar, yang bisu dijadikanNya berkata-kata”

 

RENUNGAN

  1. Dari Tirus, Yesus menuju Dekapolis, artinya Sepuluh Kota, yang terletak di sebelah tenggara Galilea, dan penduduknya menyembah berhala atau kafir (bukan Yahudi).
  2. Seorang yang tuli dan gagap dibawa oleh orang-orang kepada Yesus. Orang-orang itu ingin agar Yesus menumpangkan tangan atas orang yang tuli dan gagap itu. Tetapi Yesus bertindak melebihi apa yang mereka minta. Yesus memisahkan orang tersebut dari orang banyak, sehingga mereka sendirian. Ia memasukkan jariNya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit, Yesus berkata: “Efata!”, artinya: Terbukalah!” Pada saat itu juga terbukalah telinga orang itu, dan terlepaslah pengikat lidahnya dan ia berbicara dengan terang.
  3. Yesus meminta agar mereka tidak menceriterakan peristiwa tersebut kepada siapapun juga. Tetapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Orang yang sudah disembuhkan tersebut pergi dan mengatakan kepada orang-orang lain, tidak peduli Yesus menghendaki atau tidak.
  4. Orang-orang yang hadir takjub dan tercengang. Kata-kata mereka seperti meringkas Kabar Baik: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikanNya mendengar, yang bisu dijadikanNya berkata-kata.”
  5. Kata-kata mereka mengingatkan akan kisah penciptaan: “Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik” (Kej 1:31). Nubuat nabi Yesaya mengatakan apa yang akan terjadi: “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka” (Yes 35:5). Dari mukjijat ini, Mesias hadir dalam diri Yesus.
  6. Pesan yang perlu kita renungkan dari Sabda pada hari ini:
    1) Yesus telah menunjukkan keterbukaan terhadap orang-orang dari bangsa, agama, dan adat istiadat yang berbeda. Kita sebagai orang beriman, apakah juga telah berbuat sama seperti yang dibuat oleh Yesus?
    2) Yesus datang untuk membawa keselamatan kepada semua orang. Dalam hal apa kita tuli terhadap pesan Allah?
    3) Kita dapat menggunakan telinga dan mulut kita untuk hal-hal yang buruk dan tanpa makna, tetapi juga bisa menggunakannya untuk mendengarkan dengan penuh perhatian dan menggunakan pembicaraan untuk mampu membangun orang lain. Secara tidak sadar, kita sering jatuh ke hal-hal yang buruk.

 

(MS)