SABDA, Minggu Biasa IV, 29-1-17, BERSUKACITA DAN BERGEMBIRALAH, KARENA UPAHMU BESAR DI SORGA

BACAAN

Zef 2:3; 3:12-13 – “Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah”
1Kor 1:26-31 – “Yang bodoh di mata dunia dipilih Allah”
-Mat 5:1-12a – “Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di sorga.”

 

RENUNGAN

  1. Kotbah di Bukit merupakan sebuah ringkasan pengajaran Yesus terhadap para muridNya yang meliputi berbagai aspek sifat orang Kristen. Penginjil Matius menggambarkan Yesus sebagai guru yang berkuasa yang, seperti Musa, naik ke atas gunung untuk menyatakan hukum Allah.
  2. Dalam Sabda bahagia (ayat 1-12), Yesus membalikkan harapan mereka yang berpikir tentang hidup beruntung – orang kaya, orang yang berkuasa dan orang yang memperoleh kepuasan. Ia menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati tidak diperoleh dalam kekayaan dan kekuasaan. Sebaliknya, Yesus memuliakan orang miskin, orang yang menderita dan dianiaya, orang yang pada waktu jamannya Yesus dianggap menerima hukuman karena dosa.
  3. Para anawim ini, orang-orang miskin dan terbuang, memberikan contoh sikap percaya dan rendah hati yang diperlukan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Orang-orang miskin ini kekurangan keperluan dasar untuk memenuhi kehidupan, dan mereka tidak memiliki martabat atau reputasi untuk berdiri tegak. Karena mereka tahu dan sadar tidak memiliki apa-apa, maka mereka hanya percaya kepada Allah untuk segala keperluan mereka. Dengan kata lain: mereka menumpukan harapan hidupnya hanya kepada Tuhan.
  4. Yesus berjanji untuk memberi ganjaran bagi semua saja yang berbelas kasih dan adil, dan yang dengan rendah hati mencari kehendak Allah, walaupun mengalami banyak kesulitan karena Dia.
  5. Kehidupan Yesus memberikan contoh tentang Sabda Bahagia yang Ia sampaikan. Ia adalah orang miskin: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya” (Mat 8:20). Ia lemah lembut dan rendah hati (Mat 11:29). Ia penuh belas kasih (Mat 12:16-21).
  6. Tindakan konkret untuk mewujudkan Sabda Bahagia Tuhan: 1) Menaruh harapan hanya kepada Tuhan. 2) Bersahaja. 3) Selalu berada dalam Tuhan. 4) Lemah lembut dan tidak berpihak pada kekerasan. 5) Berhati bersih dan tidak gampang dipengaruhi oleh keinginan-keinginan yang menjauhkannya dari Tuhan. 6) Berbelas kasih. 7) Pencinta damai. 8) Rendah hati.
  7. Itulah jalan menuju hidup bahagia. Mampukah Anda mewujudkannya?

 

(MS)