SABDA, Selasa, 24-1-17, KOMUNITAS BARU BENTUKAN YESUS

BACAAN

Ibr 10:1-10 – “Aku datang untuk melaksanakan kehendakMu, ya Allah”
Mrk 3:31-35 – “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu.”

 

RENUNGAN

  1. Keluarga Yesus mencapai rumah, di mana Yesus berada. Mereka datang dari Nasaret menuju Kapernaum yang jaraknya sekitar 40 km. Ibu Yesus ikut serta, namun mereka berada di luar rumah. Mereka mengutus seseorang untuk menyampaikan pesan: “Lihat, ibu dan saudara-saudaraMu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”
  2. Reaksi Yesus sangat jelas: “Siapa ibuKu dan siapa saudara-saudaraKu?” Yesus memandangi orang-orang yang duduk di sekelilingNya dan berkata: “Ini ibuKu dan saudara-saudaraKu! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu.” Untuk memahami dengan baik jawaban tersebut, baik kalau menilik sejenak keluaga pada jamannya Yesus.
  3. Di Israel kuno di kenal adanya marga (klen) atau keluarga besar atau komunitas.Marga merupakan basis untuk kehidupan bersama. Marga melindungi keluarga-keluarga dan perorangan, penjamin kepemilikan tanah, penjamin tradisi dan identitas. Melalui keluarga ini, orang belajar mengasihi Allah dan saudara-saudara mereka. Marga seperti sebuah ikatan perjanjian yang harus dipertahankan.
  4. Namun dengan berkuasanya Herodes Agung dan penggantinya, Herodes Antipas, peranan marga menjadi melemah. Hal ini terjadi karena mereka harus membayar pajak pemerintahan maupun pajak Sinagoga. Akibatnya: keluarga-keluarga menjadi miskin, tumbuhnya mental individualistis dan ancaman kekerasan dari pemerintah Romawi. Dengan tekanan yang berat ini, keluarga-keluarga lebih memikirkan kebutuhannya sendiri.
  5. Masih ada beban berat yang lain, yaitu terpinggirkannya kelompok-kelompok tertentu yang tidak dikehendaki oleh hukum agama: para wanita, anak-anak, orang asing, orang kusta, pemungut cukai, orang-orang sakit, orang-orang lumpuh. Akibatnya: kesempatan bertemu keluarga-keluarga dalam marga semakin hilang. Dengan alasan tersebut, Yesus membentuk marga (komunitas) Di desa-desa di Galilea.
  6. Siapa pun yang ingin mengikuti Yesus dan masuk dalam marga baru ini harus memenuhi syarat: tidak boleh menutup diri, orang-orang yang tadinya tersingkirkan harus diterima dalam kehidupan bersama tanpa syarat, hidup sebagai saaudara. Hal demikian yang diterima oleh Allah (Luk 14:12-14). Komunitas baru sebagai jalan untuk memenuhi hukum: ”Tidak akan ada orang miskin di antaramu” (Ul 15:4). Yesus menghidupkan kembali spirit marga (komunitas), di mana keluarga sebagai perwujudan cinta kepada Allah dan kepada sesama.
  7. Baptisan yang kita terima, tidak membuat kita otomatis masuk ke dalam komunitas Yesus. Hal ini tergantung: apakah kita mampu mengikuti syarat yang ditentukan oleh Yesus sendiri. Kita, yang berada dalam komunitas Yesus, mempunyai tujuan: memenangkan orang-orang demi Yesus Kristus. Sudahkah kita masuk dalam komunitas Yesus ini?

 

(MS)