SABDA, Selasa, 10-1-17, YESUS MENGAJAR DENGAN KUASA DAN WIBAWA

BACAAN

Ibr 2:5-12 – “Yesus disempurnakan dengan penderitaan”
Mrk 1:21b-28 – “Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa”

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini melukiskan kekaguman orang-orang terhadap pengajaran Yesus dan mujijatNya yang pertama ketika Ia mengusir setan.
  2. Yesus mengajar dengan kuasa dan wibawa, tidak seperti para ahli kitab. PengajaranNya sangat menarik banyak orang. Dengan pengajaranNya, Yesus menyampaikan kritikan terhadap otoritas keagamaan pada waktu itu. Yesus mengajar berdasarkan pengalamanNya akan Allah dan pengalaman hidup pribadiNya. Kata-kataNya muncul dari hati yang terdalam. Sedangkan para ahli kitab mengajar dengan menyampaikan rumus-rumus yang sudah ditetapkan oleh pihak yang berwenang.
  3. Mukjijat pertama: Yesus mengusir setan. Orang itu berteriak: “Aku tahu, siapa Engkau: Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Sebutan “Yang Kudus dari Allah” menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias. Sebutan tersebut juga berarti: Yesus sebagai Imam Agung, Raja, Hakim, dan Tabib.
  4. Tetapi Yesus menghardik orang itu: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat membanting orang itu dan keluarlah setan dari orang itu. Yesus memulihkan orang itu. Ia memberikan kembali kesadaran dan kebebasannya. Karena Yesus, orang itu berada dalam kesadaran penuh (bdk Mrk 5:15). Yesus menyuruh orang itu diam, karena Mesias haruslah melewati sengsara, wafat dan mati disalib. Orang-orang pada waktu itu belum siap menerima Mesias yang demikian.
  5. Ajaran Yesus dianggap sebagai ajaran baru, karena: 1) Cara Yesus mengajar tentang Allah berbeda dengan para ahli kitab. 2) Yesus mengusir setan hanya dengan kata. 3) Yesus mengerjakan apa yang Ia katakan dan mengatakan apa yang Ia kerjakan. Tidak munafik seperti orang-orang Parisi.
  6. Dengan pengajaranNya, Yesus membuka jalan agar orang dapat memperoleh kesucian hidup. Sedangkan pada waktu itu bila orang dinyatakan berdosa atau tidak suci dan najis, tidak bisa datang kepada Allah dan berdoa, serta tidak bisa menerima berkat dari Allah yang dijanjikan kepada Abraham. Ia terlebih dahulu harus menyucikan diri. Banyak hukum dan peraturan yang membuat umat Israel sangat terbebani. Sekarang, dengan bertemu dan percaya kepada Yesus: orang disucikan dan mampu hadir di hadapan Allah. Hal ini merupakan Kabar Baik yang begitu besar.
  7. Tiga (3) hal penting yang perlu kita resapkan: 1) Markus menghendaki agar pembacanya (kita) tidak sekedar kagum. Ia ingin meyakinkan bahwa Yesus, Anak Allah, akan menderita sengsara, wafat dan disalib. 2) Roh jahat tahu dan takut terhadap kuasa Yesus, karena Yesus akan menghancurkan pengaruhnya. 3) Siapa saja yang ingin mengikuti Yesus harus memanggul salibnya dan mengikuti Dia.

 

REFLEKSI

  1. Dari Injil dan Renungan hari ini, apa yang mengesan dan membangkitkan semangat iman Anda?
  2. Ketidak-selarasan antara kata dan tindakan, mungkin, sering terjadi dalam diri Anda. Apa saja itu?

 

(MS)