SABDA,Selasa, 27-12-16, PESTA SANTO YOHANES RASUL DAN PENULIS INJIL : IA BERSAKSI TENTANG ALLAH YANG HIDUP

BACAAN

1Yoh 1:1-4 – “Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu”
Yoh 20:2-8 – “Murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur”

 

RENUNGAN

  1. Santo Yohanes yang pestanya kita rayakan pada hari ini adalah saudara Yakobus. Mereka adalah anak-anak Zebedeus dan penjala ikan. Yohanes dan saudaranya Yakobus, bersama Petrus , merupakan trio yang mengikuti Yesus ketika Ia membangkitkan saudara Jairus, dan juga ketika Yesus menampakkan kemuliaanNya di atas gunung dan sengsaraNya di Getsemane.
  2. Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, sering dihubungkan dengan penginjil Yohanes. Teks Injil hari ini berbicara tentang intuisi dan iman dari Murid yang dikasihi. Suasana kematian Yesus sangat terasa bagi para murid. Karena itu perhatian mereka hanyalah makam. Saking sedihnya, hilanglah pengharapan dan iman mereka akan janji kebangkitan dan kehidupan kekal.
  3. Karena dikatakan oleh Maria Magdalena bahwa makam Yesus kosong, Yohanes bersama Petrus berlari menuju makam. Murid yang dikasihi itu lebih dahulu sampai makam. Ia melihat dan percaya. Baginya, makam kosong dan Sabda-sabda Yesus sebelum Ia wafat merupakan bukti yang cukup, dan tidak perlu bukti lain. Bagi Yohanes, makna makam kosong adalah kesaksian, bahwa Yesus telah mengalahkan kematian dan membarui kehidupan.
  4. Dalam Injil Yohanes, murid yang dikasihi Yesus ini mewakili komunitas yang lahir di sekitar Yesus. Komunitas yang percaya bahwa Salib adalah sumber keselamatan. Mereka, diwakili oleh Yohanes, berada di bawah kaki salib Yesus, bersama Maria, ibu Yesus (Yoh 19:26). Komunitas yang mengarahkan hidupnya hanya kepada Tuhan, seperti ditunjukkan oleh Yohanes: “Itu Tuhan” (Yoh 21:7).
  5. Yohanes bersaksi tentang Allah yang hidup. Ia bersaksi melalui pewartaan lisan dan tulisan Injilnya.

 

REFLEKSI

  1. Sama seperti Yohanes Penginjil, Anda adalah murid yang dikasihi Yesus. Apakah Anda memiliki cinta terhadap Yesus sama seperti diwujudkan oleh Yohanes?
  2. Yohanes memberi kesaksian tentang Allah yang hidup. Kesaksian apakah yang ingin Anda berikan kepada orang-orang di sekitar Anda, terutama kepada mereka yang belum percaya kepada Yesus?
  3. Yesus adalah kepenuhan Perjanjian Lama. Bisakah/mungkinkah Perjanjian Lama dipisahkan dari Perjanjian Baru?

 

(MS)