SABDA, Selasa, 20-12-16, MARIA, HAMBA SEJATI

BACAAN

Yes 7:10-14 – “Seorang perempuan muda akan mengandung”
Luk 1:26-38 – “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau”

 

RENUNGAN

  1. Dlm Injil hari ini, nampak jelas bahwa Allah berdialog dengan manusia tentang rencana dan kehendakNya dalam menyelamatkan manusia. Tuhan ingin melibatkan manusia dalam kisah penyelamatanNya ini.
  2. Kabar malaikat kepada Maria menunjukkan bahwa Tuhan melimpahkan rahmatNya atas kita semua yang percaya kepadaNya. Ia menunjukkan kemurahanNya kepada yang rendah, yang sederhana, dan kepada yang mau menerima SabdaNya.
  3. Rencana keselamatan Allah yang terbentang dalam sejarah manusia selama ribuan tahun, memuncak pada Penjilmaan Sang Sabda. Era baru keselamatan mulai dengan dikandungnya Yesus dalam rahim Maria. Sebagaimana Hawa adalah ibu semua umat manusia yang menemui ajal karena dosa, sekarang Maria menjadi ibu Adam Baru yang menjadi Bapa umat baru karena iman (Rom 5:12-21).
  4. Anak yang dikandung dalam rahim Maria menggenapi semua janji Allah. Ia akan menjadi “besar” dan “Anak Allah yang maha tinggi” dan “Raja” (Luk 1:32-33), dan namaNya akan disebut Yesus, yang berarti Allah yang menyelamatkan: “Ia akan menyelamatkan umatNya dari dosa-dosa mereka” (Mat 1:21). Janji kerajaan abadi terhadap rumah Daud (Yes 9:6-7) digenapi dalam diri Raja yang dikandung oleh rahim Maria.
  5. Bagaimana tanggapan Maria? Maria bertanya: “Bagaimana hal ini akan terjadi karena aku belum bersuami?” Maria diliputi keheranan, tapi Ia benar-benar pendengar Sabda Tuhan dan ia segera menanggapi dengan iman dan kepercayaan. Jawaban Maria adalah Ya: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ay 38). Maria percaya pada janji Allah, bahkan ketika hal itu tampak tidak mungkin. Ia penuh rahmat, karena ia percaya bahwa apa yang dikatakan Allah adalah benar dan akan dipenuhi.
  6. Maria disebut “ibu Tuhan,” karena Tuhan menjelma menjadi manusia saat dikandung dalam rahim Maria. Tuhan memberi kita rahmat dan mengharapkan kita untuk menjawab dengan kesediaan, ketaatan, dan iman sebagaimana Maria telah lakukan. Ketika Allah memberi perintah, Allah juga memberi kita bantuan dan sarana-sarana untuk menanggapi.

 

REFLEKSI

  1. ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Apa arti kata-kata Maria ini dalam hidup Anda saat ini?
  2. Dengan semakin dekatnya perayaan Natal, pembaruan hidup apa yang telah Anda lakukan untuk diri sendiri dan keluarga Anda untuk dipersembahkan dalam Misa Natal nanti?

 

(MS)