SABDA, Senin 19-12-16, TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH

BACAAN

Hak 13:2-7.24-25a – Kelahiran Simson diberitahukan oleh malaikat
Luk 1:5-25 – Kelahiran Yohanes diberitahukan oleh Gabriel

 

RENUNGAN

  1. Injil hari ini bicara tentang kunjungan malaikat Gabriel kepada Zakaria (Luk 1:5-25), sedangkan Injil besok pagi bicara tentang kunjungan malaikat Gabriel kepada Maria (Luk 1:26-38). Lukas menyusun urutan sedemikian supaya kita bisa membaca teks dengan penuh perhatian dan kita bisa membedakan keduanya.
  2. Pesan pertama malaikat kepada Zakaria: “Jangan takut” (ay 13). Sampai saat itu, Allah masih dianggap sebagai penyebab takut bagi kebanyakan orang. Maka segera malaikat menambahkan: “doamu telah dikabulkan” (ay 13). Dalam kehidupan kita tiap hari, harus kita yakini, bahwa segala sesuatu adalah buah dari doa.
  3. Dibandingkan dengan kabar malaikat kepada Maria, Zakaria mewakili Perjanjian Lama. Ia percaya kepada Tuhan, tetapi imannya sangat lemah, Maka sesudah kunjungan itu, ia menjadi bisu, tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain, sampai janji Allah itu terpenuhi.
  4. Gabriel mengungkapkan semua hal penting tentang anak yang akan dilahirkan, yang akan disebut Yohanes: “ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapak-bapak berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya” (ay 15-17).
  5. Tugas perutusan Yohanes nantinya sangat penting. Ia adalah seorang nabi (Mk 11:32), ia diharapkan sebagai Elia yang akan kembali untuk melaksanakan pembangunan kembali kehidupan berkomunitas dan menata kembali moral bangsa yang sudah hancur.
  6. Apa yang penting bagi kita? 1) Kita dipanggil untuk percaya, bahwa Allah dapat melakukan apa yang tidak mungkin di mata manusia. Bila Allah menghendaki, maka hanya dengan satu kata saja, Allah mampu membuat segalanya. 2) Kita belajar dari Elisabeth, bahwa ia tidak larut dalam kegembiraan semata, lebih dari itu, ia larut dalam pujian atas kuasa Allah. Dan semua yang terjadi atas dirinya merupakan “suatu perbuatan Tuhan bagiku” (ay 25).

 

REFLEKSI

  1. Salah satu tugas perutusan Yohanes adalah “memulihkan hati bapak-bapak kepada anak-anak mereka” Apa makna kalimat tersebut untuk Anda sekarang ini?
  2. Ketika Anda sedang mengalami kebuntuan hidup, apakah Anda percaya bahwa Tuhan mampu mengubah keadaan Anda?

 

(MS)