SABDA, Sabtu, 3-12-16, MENJADI SAKSI KEBANGKITAN

BACAAN
1Kor 9:16-19.22-23 – “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil”
Mark 16:15-20 – “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”

 

RENUNGAN

  1. Perikope Injil hari ini merupakan bagian tambahan Injil Markus (16:9-20) yang menghadirkan beberapa catatan tentang penampakan Yesus: kepada Maria Magdalena (16:9-11), kepada dua murid yang berjalan keluar kota (ay 12-13), dan kepada sebelas murid (14-18). Penampakan terakhir ini disertai pelukisan tentang KenaikanNya ke sorga (ay 19-20).
  2. Yesus menampakkan diri kepada sebelas murid dan mencela mereka, karena tidak mempercayai orang-orang yang melihat Dia bangkit. Mereka tidak percaya kepada Maria Magdalena (ay 11), juga tidak percaya kepada dua murid (ay 13). Di sini Markus menekankan kurangnya iman para murid. Maksudnya: iman membutuhkan pengalaman perjumpaan, dan kita tidak perlu berkecil hati ketika dalam hati kita mengalami keraguan iman seperti dialami sebelas murid. Itu adalah proses pendewasaan iman.
  3. Sesudah mengkritik kekurangan iman para murid, Yesus memberi tugas kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (ay 15). Kepada yang percaya, Yesus menjanjikan: mereka mengusir setan, berbicara dalam bahasa-bahasa baru, memegang ular tanpa celaka, menyembuhkan orang-orang sakit. Mereka diberi kuasa yang datang dari Allah.
  4. Yesus melanjutkan karyaNya melalui komunitas orang beriman. Yesus menghendaki agar cinta Bapa disampaikan kepada semua orang, agar mereka mengalami suka cita kebangkitan. Jika demikian, siapakah yang dapat memisahkan kita dengan Kristus? Siapapun dan apapun tidak ada yang bisa memisahkan kita dari Kristus (Rom 8:35-39).
  5. Kita yang mengaku diri sebagai murid Kristus, berarti harus siap menjadi utusan. Seperti Paulus: “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” Maka yang harus kita wujudkan dalam diri kita adalah: pertama, pengalaman perjumpaan dengan Yesus melalui Sabda, Doa dan Sakramen. Kedua, menjadi tanda kehidupan sejati dan menyampaikannya melalui hidup nyata tiap hari.

 

DOA

Tuhan Yesus, melalui anugerah Roh KudusMu, Engkau telah mengisi kami dengan roh pujian dan suka cita yang tidak mungkin bisa diberikan oleh dunia. Penuhilah kami dengan suka cita kebangkitanMu dan bantulah kami untuk selalu memuji dan bersyukur atas kemuliaanMu. Mampukan kami untuk berani menjadi saksi kebangkitan bagi orang-orang di sekitar kami . Amin.

 

(MS)